
NEYMAR MAIN - Pemain senior Timnas Neymar Jr masuk menggantikan Matheus Cunha di akhir pertandingan lawan Skotlandia. (Screenshot The Sun)
Menjelang turun minum, Skotlandia kembali menghukum diri sendiri. Andy Robertson, kapten tim, mengirim umpan buruk di tepi kotak penalti.
Bruno Guimaraes merebut bola dan mengirim umpan silang. Gunn gagal mengantisipasi bola dengan baik. Vinicius berdiri bebas dan menanduk bola dari jarak dekat. Brasil unggul 2-0.
Robertson, yang terlihat mengalami masalah fisik, kemudian digantikan Kieran Tierney. Skotlandia tampil sedikit lebih hidup pada babak kedua.
Scott McTominay mendapat peluang lewat sundulan, tetapi bola mengarah tepat ke Alisson Becker. Peluang itu belum cukup untuk mengubah tekanan psikologis yang menumpuk.
Pada menit ke-60, Brasil menutup pertandingan. Bruno Guimaraes menembus lini tengah Skotlandia dan memberikan umpan kepada Matheus Cunha. Penyerang Manchester United itu menyelesaikan peluang dengan tenang untuk menjadikan skor 3-0.
Skotlandia sempat mencoba memperkecil ketertinggalan. McTominay memaksa Alisson melakukan penyelamatan penting. Shankland juga mendapat peluang melalui sundulan pada menit ke-76, tetapi bola melambung di atas mistar. Gol yang sangat dibutuhkan Skotlandia tidak pernah datang.
Menjelang akhir laga, Neymar akhirnya tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia ini. Ribuan pendukung Brasil berdiri dan memberi sambutan kepada pemain senior tersebut.
Masuknya Neymar tidak mengubah skor, tetapi menambah keyakinan bahwa Brasil masih menyimpan amunisi untuk fase berikutnya.
Bagi Skotlandia, kekalahan ini meninggalkan ketidakpastian panjang. Mereka masih mungkin lolos, tetapi sangat bergantung pada hasil pertandingan lain. Jika gagal masuk daftar peringkat ketiga terbaik, perjalanan mereka akan berakhir.
Untuk saat ini, Brasil melangkah. Skotlandia menunggu. Beberapa hari ke depan akan terasa panjang bagi Tartan Army. (*)








