Sport

Vinicius Jr Selamatkan Brasil dari Kekalahan, Casemiro Ditarik Saat Imbang 1-1 Lawan Maroko

GOL PENYEIMBANG - Striker Vinicius Jr menyelamatkan Brasil dari kekalahan dan meraih hasil imbang 1-1 di laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 melawan Maroko, Minggu (14/6/2026) pagi. (Screenshot The Sun)

NEW JERSEY, UNHAS.TV - Brasil tampil kurang meyakinkan dalam memulai era baru di bawah arahan Carlo Ancelotti di pentas Piala Dunia 2026.

Tim Samba hanya bermain imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, Amerika Serikat. Vinicius Junior menjadi penyelamat setelah mencetak gol penyama kedudukan lewat tembakan spektakuler.

Maroko lebih dulu unggul melalui Ismael Saibari pada babak pertama. Brasil baru bisa membalas setelah Vinicius menunjukkan kualitas individunya dari sisi kiri kotak penalti.

Hasil itu membuat Brasil terhindar dari kekalahan, tetapi tetap meninggalkan banyak pekerjaan rumah bagi Ancelotti.

Sorotan besar tertuju kepada Casemiro. Gelandang veteran berusia 34 tahun itu ditarik keluar saat turun minum setelah tampil buruk sepanjang babak pertama.

Mantan pemain Manchester United tersebut kesulitan mengimbangi kecepatan lini tengah Maroko. Ia beberapa kali terlambat menutup ruang dan gagal memberi kendali permainan bagi Brasil.

Keputusan Ancelotti mengganti Casemiro menjadi sinyal keras. Ia digantikan oleh Fabinho, sementara Roger Ibanez juga ditarik keluar dan digantikan Danilo.

Ini merupakan laga awal Brasil di bawah pelatih asal Italia tersebut, tetapi Casemiro langsung menjadi korban dari performa buruk tim pada 45 menit pertama. 

Brasil datang dengan komposisi yang kuat. Lima pemain yang menjadi starter baru saja menyelesaikan musim di Liga Inggris, yakni Alisson Becker, Gabriel Magalhaes, Casemiro, Bruno Guimaraes, dan Igor Thiago.

Lucas Paqueta, mantan pemain West Ham United, juga masuk dalam susunan awal. Namun, nama besar tidak langsung membuat Brasil tampil rapi.

Selama sekitar setengah jam pertama, Brasil terlihat kehilangan arah. Umpan-umpan mereka mudah dipatahkan.

Paqueta dan Casemiro gagal menjadi penghubung yang efektif. Lini belakang juga rapuh, terutama di area tengah dan sisi kanan pertahanan.

Maroko membaca kelemahan itu dengan baik. Tim Afrika Utara tersebut tampil lebih berani, lebih terorganisasi, dan beberapa kali menemukan celah di antara Marquinhos dan Gabriel. Brasil hanya beruntung karena Maroko sempat terlalu berhati-hati dalam mengambil keputusan akhir.

Gol Maroko akhirnya datang sebelum jeda pendinginan pertama. Brahim Diaz mendapat ruang di tengah lapangan meski dikelilingi beberapa pemain Brasil. Ia lalu melepaskan umpan terobosan diagonal yang membelah pertahanan Brasil.

Saibari bergerak cepat melewati garis belakang. Gabriel terlambat bereaksi, sementara Alisson sudah terlalu jauh meninggalkan garis gawang.

Saibari kemudian mencungkil bola dengan tenang. Bola melambung melewati Alisson dan memantul masuk ke gawang Brasil.

Gol itu layak bagi Maroko. Mereka lebih tajam dalam transisi dan lebih jelas dalam membangun serangan. Brasil, sebaliknya, tampak tumpul di depan.

Igor Thiago sempat mendapat peluang dari umpan Vinicius, tetapi tidak mampu menyambut bola dengan sempurna.

Vinicius Ambil Alih Kendali

>> Baca Selanjutnya