UNHAS.TV - Volkswagen Group mengumumkan rencananya mengurangi 50 ribu pekerjaan dan memangkas separuh dari produksinya menyusul industri kendaraan di Eropa sedang lesu akibat tidak sanggup bersaing dengan produsen otomotif dari China. Volkswagen Group membawahkan dan menjual merek Audi, Porsche, dan Lamborghini, selain Volkswagen dan merek lainnya.
Pemangkasan pekerja ini merupakan bagian dari pemangkasan sebelumnya. Khusus di Jerman, jumlah karyawan Volkswagen di Jerman turun dari 275 ribu pada tahun 2023 menjadi 254 ribu per 30 Juni 2026.
Salah satu kesulitan Volkswagen di pasar kendaraan karena inovasinya yang tidak berkembang, padahal pasar menginginkan sesuatu yang lebih baru. Para pembeli Volkswagen hanya memiliki pilihan model yang lebih sedikit.
Selain itu, perusahaan menghadapi biaya signifikan akibat tarif impor AS. Tarif tersebut dapat merugikan perusahaan sekitar $4,7 miliar hingga $5,8 miliar tahun ini, menurut laporan investor baru-baru ini.
Meskipun memproduksi 200 ribu mobil di pabrik-pabrik AS, perusahaan mengimpor sekitar 240 ribu mobil dari Eropa setiap tahunnya dengan tarif 15% dan 287.000 mobil dari Meksiko dengan tarif 27,5%.
Seperti produsen mobil lainnya, Volkswagen telah merencanakan melakukan peralihan besar-besaran ke kendaraan listrik. Namun, dengan pengurangan dukungan untuk kendaraan listrik oleh pemerintahan Trump, perusahaan menghentikan produksi kendaraan listriknya untuk pasar AS.
Perusahaan juga menghadapi tantangan untuk rencana kendaraan listriknya di Eropa karena pertumbuhan penjualan model listrik dari produsen mobil Tiongkok di sana.(*)
Volkswagen

-300x165.webp)






