News

Wakil Rektor 1 Resmikan Studio Maradeka Unhas TV dan Launching Unhas Press

undefined

MAKASSAR, UNHAS.TV - Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Muhammad Ruslin, meresmikan Studio Maradeka Unhas TV dan meluncurkan Unhas Press di Gedung Science Techno Park Unhas, Makassar, Kamis (12/6/2026).

Peresmian tersebut menandai langkah baru Universitas Hasanuddin dalam memperkuat ekosistem pengetahuan, publikasi, dan penyiaran melalui PT Hadin Media Nusantara sebagai perusahaan yang menaungi Unhas TV dan Unhas Press.

Komisaris PT Hadin Media Nusantara, Eka Sastra, mengatakan kehadiran Studio Maradeka dan Unhas Press diharapkan menjadi instrumen strategis untuk memperluas kontribusi Universitas Hasanuddin kepada masyarakat.

“Kebahagiaan luar biasa kita bisa berkumpul di tempat ini. Mohon doa dari seluruh keluarga dan teman-teman agar ke depannya Unhas Press dan juga studio ini bisa kita maksimalkan dengan baik untuk pengembangan pengetahuan dalam kerangka memberikan kontribusi Unhas kepada masyarakat dan juga kepada bangsa dan negara yang kita cintai ini,” ujar Eka Sastra.

Direktur Utama PT Hadin Media Nusantara, Yusran Darmawan, menjelaskan bahwa nama Maradeka dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat dalam tradisi Bugis.

Istilah tersebut terinspirasi dari ungkapan “Maradeka To Wajoe”, yang merujuk pada semangat masyarakat Wajo sebagai komunitas yang menjunjung tinggi kemerdekaan, kemandirian, dan kebebasan berpikir.

Menurut Yusran, semangat itu relevan dengan misi Unhas TV sebagai media pengetahuan yang tumbuh di lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, Studio Maradeka diharapkan menjadi ruang yang terbuka bagi lahirnya gagasan, kreativitas, dan inovasi.

“Maradeka bukan sekadar nama studio. Ini adalah harapan agar ruang ini menjadi tempat yang memerdekakan pikiran, mendorong keberanian untuk bertanya, berdiskusi, dan melahirkan gagasan-gagasan baru. Kami ingin Studio Maradeka menjadi ruang merdeka untuk berpikir, berkarya, dan bertindak kreatif bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” kata Yusran.



Sementara itu, Prof. Ruslin menyebut peresmian Studio Maradeka dan peluncuran Unhas Press merupakan langkah maju Universitas Hasanuddin dalam mengembangkan unit usaha berbasis profesionalisme yang tetap terintegrasi dengan misi pendidikan tinggi.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang praktik dan laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya yang memiliki minat dan talenta di bidang media, penyiaran, dan industri kreatif.

“Dulu anak-anak kita yang punya talenta di bidang media tidak punya laboratorium. Dengan adanya PT Hadin Media Nusantara, di sini sudah tersedia mulai dari studio hingga broadcasting. Mereka bisa langsung belajar dan mengembangkan diri,” kata Prof. Ruslin.

Ia menjelaskan, keberadaan Studio Maradeka selaras dengan implementasi Kurikulum 2023 Universitas Hasanuddin yang lebih adaptif dan berbasis pengalaman lapangan.

Mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas media dan produksi konten dapat memperoleh pengakuan akademik melalui program magang yang direkognisi dalam bentuk satuan kredit semester (SKS).

“Ini kesempatan berharga bagi mahasiswa. Mereka bukan hanya belajar teori, tetapi langsung melihat dan mempraktikkan bagaimana sebuah media profesional dikelola. Aktivitas mereka bahkan dapat direkognisi hingga 20 SKS atau setara dua semester,” ujarnya.

Prof. Ruslin menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading yang berjarak dari realitas masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara akademisi dan profesional dinilai penting untuk menghadirkan solusi nyata bagi publik.

“Perguruan tinggi harus hadir di masyarakat dan memberi contoh. Broadcasting dan media seperti ini adalah contoh bagaimana kampus tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik. Ada jembatan antara dunia profesional dan akademisi sehingga solusi yang diberikan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” katanya.

Menurut Prof. Ruslin, PT Hadin Media Nusantara telah menunjukkan model pengelolaan yang dapat menjadi praktik baik dalam pengembangan usaha perguruan tinggi.

Kehadiran Studio Maradeka dan Unhas Press juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami tata kelola perusahaan media dan industri kreatif secara profesional.

“Atas nama pimpinan universitas, kami sangat bangga dan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan. Terus maju PT Hadin Media Nusantara dalam mendukung pengembangan Universitas Hasanuddin dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tuturnya.

Peresmian Studio Maradeka dan peluncuran Unhas Press dirangkaikan dengan peluncuran edisi terbaru Jurnal Prisma, penandatanganan nota kesepahaman antara Unhas Press dan Prisma, serta diskusi publik yang menghadirkan akademisi, peneliti, dan tokoh nasional untuk membahas berbagai isu kebangsaan dan pengembangan pengetahuan di Indonesia.