Pendidikan

Wamendagri Izin Tidak Dampingi Menteri Demi Menguji Bupati Maros

Andi Syafril Chaidir Syam

MAKASSAR, UNHAS.TV - Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam mendapat perhatian khusus dari Wakil Menteri Dalam Negeri Dr Bima Arya Sugiarto pada saat ujian promosi doktor di Aula Prof Amiruddin, Fakultas Kedokteran Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu (11/2/2026). 

"Sedianya hari ini saya mendampingi Pak Menteri di Rakor Bencana di Sumatera. Tadi pagi, saya telepon Pak Menteri untuk izin menguji Bupati Maros dan Pak Menteri bilang, lanjutkan," kata Bima Arya yang tampil sebagai penguji eksternal pada ujian promosi doktor.

Bima Arya secara khusus memberikan pujian atas disertasi yang ditulis oleh Chaidir Syam karena sangat jarang pelaku pasangan tunggal pada pemilihan kepala daerah menanggapi fenomena itu dalam bentuk akademis. Mantan Wali Kota Bogor itu menyebut apa yang diteliti oleh Chaidir Syam relevan dengan penguatan demokrasi lokal.

Dalam disertasinya yang berjudul "Partai Politik dalam Perspektif Demokrasi, Studi Fenomenologis Calon Tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Maros Tahun 2024", Chaidir Syam mengkaji penyebab munculnya calon tunggal, relasi kuasa dalam Pilkada Maros, serta implikasinya terhadap kualitas demokrasi lokal. Obyek penelitian ini adalah pasangan AS Chaidir Syam dan Moetazim Mansyur.

"Topik yang ditteliti dan ditulis dalam disertasi ini sangat penting dan relevan bagi pembangunan demokrasi dan politik lokal terutama di tengah berbagai persepsi negatif terhadap fenomena calon tunggal," ujar Bima. "Pendekatan teoritis ini punya nilai argumentatif dan memberikan perspektif baru dalam membaca demokrasi di tingkat daerah."

Bima, mantan dosen Universitas PParamadina, ini menyebut, Chaidir Syam telah menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ruang-ruang demokrasi di Kabupaten Maros termasuk membuka jalur kompetisi yang sehat agar pada pemilihan berikutnya tidak kembali terjadi calon tunggal. "Saya berikan nilai 100 sepurna atas jawaban yang disampaikan promovendus."

Dalam penelitiannya, Chaidir Syam mengungkap fenomena calon tunggal ini muncul karena satu pasangan didukung oleh mayoritas partai politik yang memiliki kursi dan tidak memiliki kursi.

Calon tunggal itu juga muncul karena calon penantang melihat peluang untuk menang sangat tipis setelah melihat respon masyarakat atas capaian Chaidir Syam di pemerintahan yang dinilai bagus oleh masyarakat.

"Saya baca di disertasi ini bahhwa dukungan publik terhadap petahana tidak muncul tiba-tiba tetapi akumulasi dari pengalaman masyarakat terhadap kinerja pemerintahan. Setidaknya, ini ada tiga faktor yakni kinerja, konsolidasi, dan rational choice," ujar Bima.

Namun, uniknya, fenomena calon tunggal ini disertai dengan iklim demokrasi substantif yang melemah yang ditandai dengan parrtipasi pemilih yang menurun dibanding pemilihan sebelumnya.

Sidang promosi doktor ini dipimpin Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas Prof Phil Sukri MSi dengan tim penguji yakni Prof Dr Nurlinah MSi, Prof DR AM Rusli MSi, dan Prof DR Muhammad MSi. Adapun promotor yakni Prof DR Armin Arsyad MSi dan Co Promotor 1 Prof DR Gustiana A Kambo MSi dan Co Promotor 2 DR Andi Lukman Irwan MSi.(*)

Zulkarnaen Jumar Taufik & Zahra Tsabitha Sucheng (UNHAS TV)