Lingkungan
Pendidikan

Warga Puntondo Dilatih Kelola Limbah, Unhas Dorong Ekowisata yang Menghidupkan Ekonomi Desa

PERMBEDERDAYAAN - Tim PKM Unhas menggelar program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pengembangan Wirausaha Daur Ulang Guna Mendukung Ekowisata Berkelanjutan” di Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, 1–2 Mei 2026. (Dok PKM Unhas)

TAKALAR, UNHAS.TV - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pengembangan Wirausaha Daur Ulang Guna Mendukung Ekowisata Berkelanjutan” di Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 1–2 Mei 2026.

Program yang didanai melalui hibah KIPKU Unhas itu dipimpin Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas, Prof Dr Idayanti Nursyamsi SE MSi. Dalam pelaksanaannya, tim Unhas bekerja sama dengan Koperasi Konsumen INS.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah akademisi lintas disiplin, di antaranya Prof Dr Muhammad Idrus Taba SE MSi, Prof Dr Cepi Pahlevi SE MSi, Dr Ir Nursinah Amir SPi MP, Dr. Andi Nur Bau Massepe SE MSi, dan Dra. Andi Reni.

Dukungan operasional turut diberikan M Nur Wahyudin S dan Dr Marzuki Ukkas, serta mahasiswa Unhas, yakni Daniel, Andi Muhammad Farid Hadi, dan Andi Muhammad Fakhrul Wahyudi.

Kegiatan diawali pada Jumat (1/5/2026), dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Layanan tersebut dipimpin Prof dr Marhaen Hardjo MBiomed PhD dari Fakultas Kedokteran Unhas. Pemeriksaan kesehatan ini disabut antusias masyarakat dan turut dihadiri Kepala Desa Laikang.

Prof. Idayanti mengatakan masyarakat desa memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata. Menurut dia, potensi ekowisata tidak cukup hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga harus memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

“Masyarakat desa adalah pilar utama dalam menjaga ekosistem wisata. Melalui program ini, kita ingin memberdayakan mereka agar mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis," ujarnya.

"Ini bukan sekadar tentang kebersihan, tapi tentang bagaimana ekowisata memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” jelas Prof. Idayanti.

Dalam kegiatan tersebut, warga memperoleh pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan sederhana, pemasaran digital, penguatan kelembagaan, hingga praktik pembuatan produk kreatif berbahan daur ulang.

Materi manajemen dan fondasi bisnis disampaikan Prof Muhammad Idrus Taba dan Prof Cepi Pahlevi. Keduanya membekali peserta dengan dasar pengelolaan usaha kecil, termasuk pencatatan arus kas.

Sementara itu, Dr Andi Reni dan Dr AM Nur Bau Massepe memberikan pendampingan terkait pemasaran dan penguatan kelompok usaha. Warga didorong memanfaatkan media digital agar produk lokal dapat menjangkau pasar wisata yang lebih luas.

Pada sesi inovasi produk, Dr Marzuki Ukkas dan Ir Syarifuddin melatih peserta memilah sampah serta mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai jual, seperti vas bunga dan aksesori. Pelatihan ini diarahkan agar warga mampu melihat limbah sebagai bahan baku ekonomi kreatif.

Melalui program ini, Puntondo diharapkan berkembang sebagai kawasan ekowisata yang tidak hanya mengandalkan pesona pantai, tetapi juga menampilkan praktik pelestarian lingkungan dan kemandirian ekonomi masyarakat. (*)