News

Waspadai Hal-hal Kecil yang Bisa Membatalkan Puasa

UNHAS.TV - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga keabsahan ibadah agar diterima oleh Allah SWT.

Namun, banyak umat Muslim yang tanpa sadar melakukan hal-hal kecil yang bisa membatalkan puasa. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami batasan-batasan yang telah ditetapkan dalam syariat.

Kesalahan ini sering terjadi karena kurangnya pemahaman atau ketidaktahuan terhadap hukum-hukum fikih yang berkaitan dengan puasa. 

Menurut Ustadz Syamsul Bahri, Abd. Hamid, Lc., MA., beberapa hal kecil yang sering tidak disadari bisa membatalkan puasa, seperti muntah yang disengaja, menggunakan obat tertentu yang masuk ke dalam rongga tubuh, hingga menelan sesuatu yang tersisa di mulut secara sengaja.

"Kadang orang tidak sadar bahwa membatalkan puasa bukan hanya sekadar makan dan minum, tetapi ada tindakan lain yang juga bisa membuat puasa batal," ujarnya. Oleh karena itu, pemahaman tentang fikih puasa menjadi sangat penting agar ibadah tetap sah dan diterima.

Selain itu, ada pula kebiasaan yang dianggap sepele tetapi berisiko membatalkan puasa, seperti mencicipi makanan tanpa keperluan mendesak, menggunakan pasta gigi yang berlebihan hingga tertelan, atau bahkan menelan ludah yang bercampur dengan sisa makanan.

Dalam kondisi tertentu, tindakan-tindakan ini bisa dikategorikan sebagai pembatal puasa jika dilakukan dengan sengaja. Para ulama sepakat bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui rongga yang terbuka dapat membatalkan puasa, kecuali jika terjadi tanpa disengaja.

Di sisi lain, ada pula tindakan yang sering dianggap membatalkan puasa tetapi sebenarnya tidak, seperti tanpa sengaja menelan debu, asap, atau air saat berkumur.

Dalam hal ini, ulama menegaskan bahwa sesuatu yang tidak disengaja tidak membatalkan puasa, selama tidak ada unsur kesengajaan dalam melakukannya.

Oleh karena itu, penting bagi umat Muslim untuk memahami batasan antara yang membatalkan dan yang tidak agar tidak ragu dalam menjalankan ibadah puasa.

Untuk menghindari batalnya puasa secara tidak sadar, para ulama menyarankan agar setiap Muslim meningkatkan pemahaman tentang fikih puasa melalui kajian dan literatur yang terpercaya. Memperdalam ilmu agama akan membantu menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang bisa berakibat besar.

Ramadan bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang kesungguhan dalam menjaga keabsahan ibadah serta meningkatkan kualitas spiritual.

Dengan memahami hukum-hukum puasa secara lebih mendalam, umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.

Ramadan adalah bulan penuh berkah dan kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan, sehingga menjaga kesempurnaan ibadah menjadi bagian dari upaya memperoleh ridha Allah SWT. (*)