MAKASSAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin (Unhas) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan lingkungan akademik yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Hal ini terlihat dari pelaksanaan Wawancara Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Unhas Jalur Afirmasi Disabilitas 2026 yang berlangsung di Gedung Rektorat Unhas Tamalanrea, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan strategis ini melibatkan jajaran pimpinan, para Ketua Program Studi (Kaprodi), serta didukung penuh oleh tim Pusat Disabilitas Unhas atau Unhas Disability Center (UDC) yang bertindak sebagai fasilitator dan pendamping teknis bagi para camaba.
Ketua Pusat Disabilitas (Pusdis) Unhas Dr Ishak Salim SIP MA menjelaskan bahwa jalannya agenda hari ini merupakan tahap wawancara langsung bersama para Kaprodi yang telah dipilih oleh para calon mahasiswa baru.
Pihaknya merincikan bahwa dari total 22 pendaftar awal yang masuk, sebanyak 15 orang camaba dinyatakan lolos seleksi berkas serta asesmen rekomendasi awal, untuk kemudian berhak melanjutkan ke tahap wawancara akhir.
"Tahapan pertama tentu seleksi berkas untuk melihat kelengkapannya. Kemudian tahapan kedua adalah asesmen langsung dari Pusat Disabilitas sebelum wawancara Kaprodi," ujar Ishak kepada unhas.tv.
"Hal yang kami asesmen meliputi motivasi belajar, komitmen, serta kemampuan penguasaan teknologi dari masing-masing camaba. Hasil asesmen tersebut diterbitkan dalam bentuk sertifikat rekomendasi untuk mendaftar di website Rekrutmen PMB Unhas," jelasnya.
Proses pendampingan intensif ini terekam jelas dalam dokumentasi visual, di mana para fasilitator dari UDC mendampingi jalannya wawancara dan membantu menerjemahkan komunikasi instruksional antara Kaprodi dan camaba demi kelancaran proses seleksi.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa disabilitas Unhas angkatan 2025 sekaligus panitia fasilitator dari UDC, Fadhil Zahran, memaparkan alur teknis interaksi yang telah dilalui oleh teman-teman camaba disabilitas. Ia menjelaskan bahwa mekanisme ini dirancang agar ramah dan tidak menyulitkan para pendaftar.

Perwakilan mahasiswa disabilitas Unhas 2025 dan fasilitator dari UDC, Fadhil Zahran. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)
"Prosesnya dimulai dari pengisian Google Form pada tahap pertama. Ketika teman-teman mahasiswa disabilitas dinyatakan lolos, mereka berlanjut ke tahap kedua yaitu wawancara langsung oleh pihak Pusat Disabilitas untuk pemberian sertifikat rekomendasi pendaftaran. Kami mengarahkan mereka hingga tahap wawancara bersama Kaprodi yang berlangsung hari ini," urai Fadhil.
Fadhil juga menitipkan pesan dan suntikan semangat yang mendalam bagi seluruh camaba disabilitas yang sedang berjuang untuk menuntut ilmu di universitas.
"Teman-teman harus tetap semangat. Apa yang didapatkan di dalam kampus nantinya harus digunakan untuk menuntut ilmu secara giat. Apa yang menjadi hambatan kita, belum tentu menjadi hambatan bagi orang lain. Pasti ada akses dan jalan bagi teman-teman untuk menjalani perkuliahan di Universitas Hasanuddin, jadi tetap semangat," pungkas Fadhil optimis.
Melalui pelaksanaan jalur afirmasi ini, panitia berharap ke-15 calon mahasiswa disabilitas tersebut dapat dipertimbangkan dengan baik untuk diterima, sehingga Unhas dapat terus melangkah di garda terdepan sebagai kampus yang inklusif di Indonesia.
(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)
JALUR AFIRMASI - Pelaksanaan Wawancara Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Unhas Jalur Afirmasi Disabilitas 2026 yang berlangsung di Gedung Rektorat Unhas Tamalanrea, Selasa (23/6/2026). (Unhas TV/Kautsar Ardiansyah)








