Sport

10 Tahun Torehkan 20 Gelar, Guardiola Isyaratkan Bertahan di Manchester City Usai Juara Piala FA

Pep Guardiola berikan 20 gelar selama 10 tahun di Man City. (Tangkapan layar myckel.com)

LONDON, UNHAS.TV - Pep Guardiola memberi sinyal akan tetap bertahan di Manchester City setelah membawa timnya menjuarai Piala FA. City merebut gelar itu seusai mengalahkan Chelsea 1-0 dalam final di Stadion Wembley, Minggu (17/5/2026), lewat gol tunggal Antoine Semenyo.

Kemenangan tersebut menambah panjang daftar sukses Guardiola bersama City. Pelatih asal Spanyol itu meraih trofi Piala FA untuk ketiga kalinya dan mengoleksi 20 gelar mayor dalam 10 tahun bersama klub tersebut.

City juga memastikan gelar ganda piala domestik setelah sebelumnya menjuarai Piala Liga Inggris atau EFL Cup.

Keberhasilan itu membuat City mengulang pencapaian musim 2018-2019, ketika mereka juga memenangi Piala FA dan Piala Liga Inggris dalam satu musim.

Bagi Guardiola, trofi terbaru ini menegaskan dominasinya di kompetisi domestik Inggris, terutama di tengah spekulasi soal masa depannya di Stadion Etihad.

Gol kemenangan City dicetak Semenyo melalui sentuhan cerdik. Pemain asal Ghana itu menyambut bola dengan flick yang mengecoh pertahanan Chelsea dan memastikan City keluar sebagai juara. Laga berjalan ketat, tetapi City mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Guardiola kini memiliki catatan kemenangan 85 persen di Piala FA. Dari 54 pertandingan yang ia pimpin di kompetisi tersebut, City menang 46 kali. Catatan itu menjadi rekor terbaik bagi manajer yang telah memimpin sedikitnya 10 pertandingan di Piala FA.

Kesuksesan ini muncul di tengah laporan bahwa Guardiola bisa meninggalkan Manchester City pada akhir musim. Namun, pelatih 55 tahun itu kembali memberi isyarat bahwa ia masih ingin menghormati kontraknya yang berlaku hingga Juni 2027.

Guardiola selama ini kerap menyebut motivasi sebagai faktor utama yang menentukan masa depannya. Ia menegaskan, selama dorongan untuk bersaing belum hilang, ia masih akan melanjutkan pekerjaannya.

Namun, ia juga mengakui beban fisik dan mental dalam menjaga standar City tetap tinggi. “Ketika api itu berkurang, kami akan pulang,” kata Guardiola kepada BBC Sport setelah kemenangan di Wembley.

“Saya orang yang lucu. Tahun ini saya sangat baik. Musim lalu adalah musim paling sulit karena banyak alasan. Musim ini, semuanya tentang bagaimana kami bersikap setiap hari,” lanjutnya.

Guardiola mengatakan City sempat membutuhkan waktu untuk menemukan stabilitas. Menurut dia, Liga Primer Inggris tidak memberi ruang bagi tim yang lambat menemukan ritme. Setiap penurunan kecil dapat langsung berpengaruh dalam persaingan.

“Mungkin kami butuh waktu untuk menemukan stabilitas dalam tim. Di Liga Primer, itu tidak menunggu,” ujar Guardiola.

Pernyataan tersebut memperlihatkan dua sisi sikap Guardiola. Di satu sisi, ia masih menunjukkan komitmen untuk terus bekerja bersama City. Di sisi lain, ia menyadari tuntutan besar yang melekat pada klub yang terbiasa memenangi trofi setiap musim.

Tak Ada Perayaan Panjang

>> Baca Selanjutnya