MAKASSAR, UNHAS.TV - Sebanyak 103 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin mengikuti pembekalan Evidence Based Learning (EBL) IV sebagai persiapan sebelum turun langsung ke masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Prof Dr H Sirajuddin Beku SKM, Gedung FKM Unhas, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (24/8/2026).
EBL IV menjadi tahapan akhir dalam rangkaian pembelajaran berbasis bukti yang dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam mengevaluasi program intervensi gizi yang telah dilakukan.
Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya melihat pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mengukur capaian, menemukan hambatan, serta menyusun perbaikan program berdasarkan hasil evaluasi.
Koordinator EBL, Safrullah Amir SGz MPH mengatakan mahasiswa perlu memiliki kesiapan sebelum memasuki lingkungan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program gizi tidak hanya ditentukan dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari kemampuan melakukan evaluasi secara sistematis.
“EBL IV bukan hanya melihat apakah program telah dilaksanakan, tetapi bagaimana mahasiswa mampu mengevaluasi hasilnya dan menggunakan temuan tersebut untuk melakukan perbaikan program,” ujar Safrullah.
Ketua Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas, Dr Abdul Salam SKM MKes Dietisien, menekankan bahwa pengalaman lapangan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, kata Abdul Salam, mahasiswa diharapkan mampu membuktikan efektivitas intervensi yang telah dilakukan.

PEMBEKALAN EBL - Sebanyak 103 mahasiswa S1 Ilmu Gizi FKM Unhas mengikuti pembekalan EBL IV di Makassar, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini mempersiapkan mahasiswa mengevaluasi program intervensi gizi berbasis bukti di masyarakat. (Dok Ilmu Gizi FKM Unhas)
“Mahasiswa diharapkan mampu membuktikan apakah intervensi yang telah dilakukan benar-benar mencapai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pembekalan EBL IV secara resmi dibuka oleh Dekan FKM Unhas, Ansariadi SKM MScPH PhD. Ia meminta mahasiswa memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Manfaatkan EBL IV untuk belajar langsung dari masyarakat dan pastikan kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ansariadi.
Dalam rangkaian EBL sebelumnya, mahasiswa telah melalui beberapa tahap pembelajaran. EBL I berfokus pada pemahaman masalah gizi, EBL II menentukan prioritas masalah gizi, dan EBL III melaksanakan intervensi gizi.
Sementara pada EBL IV, mahasiswa akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang telah dijalankan.
Selama kurang lebih dua pekan, 103 mahasiswa akan melaksanakan kegiatan di wilayah kerja Puskesmas Bira.
Mereka akan berkolaborasi dengan masyarakat, kader kesehatan, petugas puskesmas, serta berbagai pihak terkait untuk menilai keberlanjutan program intervensi gizi.
Melalui EBL IV, mahasiswa FKM Unhas diharapkan tidak hanya mampu menjalankan program kesehatan, tetapi juga memiliki kemampuan analisis untuk memperbaiki dan mengembangkan intervensi gizi berbasis bukti yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (*)
PEMBEKALAN EBL - Sebanyak 103 mahasiswa S1 Ilmu Gizi FKM Unhas mengikuti pembekalan EBL IV di Aula Prof Dr H Sirajuddin Beku, Makassar, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini mempersiapkan mahasiswa mengevaluasi program intervensi gizi berbasis bukti di masyarakat. (Dok FKM Unhas)


-300x169.webp)


-300x191.webp)
-300x169.webp)

