MAKASSAR, UNHAS.TV - Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana menjalani pengabdian selama 14 hari di wilayah Aceh dan Sumatera.
Program ini tidak hanya menjadi ruang belajar di luar kampus, tetapi juga wadah kontribusi nyata mahasiswa dalam merespons situasi kebencanaan dan pascabencana secara langsung di tengah masyarakat.
Salah seorang mahasiswa KKNT Tanggap Bencana Unhas, Deswira Natalia M, membagikan pengalamannya selama menjalani program KKN di Aceh dan Sumatera.
Deswira bukan tanpa bekal. Mahasiswa Administrasi Publik ini sebelumnya aktif sebagai relawan disaster risk management di sebuah LSM di Sulawesi Selatan, dan telah memiliki pengalaman dalam kegiatan kebencanaan seperti pencarian dan evakuasi.
Namun, menurutnya, pengalaman KKN ini memberikan perspektif yang jauh lebih luas.
“Selama 14 hari itu semuanya berharga. Kami lebih banyak melihat bagaimana masyarakat menghadapi bencana, dan kami juga bisa lebih dekat dengan anak-anak di sana,” tuturnya.
Ia pun merekomendasikan agar Unhas terus memperbanyak program pengabdian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terdampak.
Tak hanya bekerja bersama warga lokal, Deswira mengaku mereka juga berkolaborasi lintas kampus.
“Kami tidak hanya bekerja dengan masyarakat, tapi juga dengan tim lain, ada dari UGM dan teman-teman kampus lain. Kami berkolaborasi untuk menyukseskan program ini dan mengupayakan agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata,” tambah Deswira.
Pengalaman serupa dirasakan oleh Muhammad Aidil Fitriansyah Ansar. Bagi Aidil, ini merupakan pengalaman pertamanya turun langsung ke lokasi bencana.
“Turun ke bencana belum, tapi siaga sudah. Terakhir di Siaga Merah Putih, dan saya juga aktif di UKM serta sering jadi tim medis,” jelasnya.
Mahasiswa Psikologi Unhas ini mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru, baik secara profesional maupun personal.
Dari sudut pandang keilmuannya, Aidil menyoroti kuatnya nilai kolektivitas masyarakat Indonesia dalam menghadapi situasi pascabencana.
“Budaya kita itu budaya kolektif, gotong royong. Itu sangat terasa di sana. Masyarakat saling membantu, dan kami juga bekerja sama dengan tim-tim lain,” jelasnya.
Selama KKN berlangsung, mahasiswa Unhas menjalankan empat program utama, yakni WASH (Water, Hygiene, and Sanitation) melalui pendistribusian air bersih, layanan dukungan psikososial dengan fokus trauma healing bagi anak-anak, distribusi logistik berbasis asesmen kebutuhan masyarakat, serta promosi kesehatan melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.
(Iffa Aisyah Rahman / Unhas TV)
Mahasiswa peserta KKN Tematik Tanggap Bencana Universitas Hasanuddin (Unhas) berfoto bersama anak-anak korban musibah banjir di Aceh dan Sumatera. Mereka menjalani pengabdian selama 14 hari di lokasi terdampak bencana. (dok kkn tematik unhas)





 MARS PhD-300x168.webp)


