Mahasiswa

Mahasiswa KKN-T Unhas Digitalisasi Informasi Wisata dan UMKM Desa Labuaja melalui Website

Mahasiswa KKN-T Unhas melaksanakan program pelatihan digitalisasi desa melalui pembuatan website informasi desa di Kantor Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, pada Senin (26/1/2026). (dok Afifah Fauziah)

MAROS, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program digitalisasi desa melalui pembuatan website informasi desa bertajuk “Digitalisasi Informasi Destinasi Wisata dan UMKM Berbasis Website di Desa Labuaja.”

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, pada Senin (26/1/2026).

Mahasiswa KKN dari Jurusan Pariwisata, Afifah Fauziah, menjelaskan bahwa pembuatan website ini bertujuan untuk menyediakan informasi sekaligus mempromosikan potensi Desa Labuaja kepada masyarakat lokal maupun non-lokal melalui media digital.

Menurutnya, Desa Labuaja memiliki kekayaan sejarah dan alam yang luar biasa, namun selama ini akses informasinya masih terbatas.

“Isi website ini mencakup penjelasan mengenai asal-usul penamaan Desa Labuaja, sejarah nama setiap dusun, serta potensi unggulan di masing-masing dusun, termasuk destinasi wisata dan UMKM yang ada di Desa Labuaja,” jelas Afifah saat memaparkan fitur website di hadapan perangkat desa. 

Ia menambahkan bahwa website tersebut nantinya akan diserahkan kepada pemerintah desa agar dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui website ini, pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai daya tarik wisata unggulan, seperti Puncak Makkaroewa hingga Gua Salukang Kallang yang dikenal sebagai surga bawah tanah.

"Selain sektor pariwisata, website ini juga berfungsi sebagai etalase digital bagi produk UMKM lokal sehingga lebih mudah diakses oleh calon pembeli dari luar daerah," ungkapnya.

Menururt Afifah, program kerja tersebut mendapat tanggapan positif dari pemerintah Desa Labuaja.

Aparat desa menyambut baik kehadiran website tersebut dan memberikan sejumlah masukan agar ke depannya dapat terus dikembangkan, baik dari segi tampilan, kelengkapan informasi, maupun penambahan fitur pendukung lainnya.

Dosen Pembina KKN (DPK), Dr Sumarlin Rengko HR SS MHum, turut memberikan apresiasi terhadap program pembuatan website informasi Desa Labuaja.

Ia menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat nyata dalam mendukung promosi potensi desa serta penyediaan informasi bagi masyarakat luas.

“Saya berharap website ini tidak berhenti hanya sebagai hasil program KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pemerintah desa untuk mendukung promosi dan pelayanan informasi desa,” ujar Sumarlin.

Dengan adanya website ini, Sumarlin berharap, Desa Labuaja memiliki media informasi yang berkelanjutan dan efektif di era digital, sekaligus menjadi sarana dokumentasi, promosi wisata dan UMKM, serta penguatan citra desa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)