MAKASSAR, UNHAS.TV - Sebanyak 19 institusi melaju ke babak semifinal dan grand final Kompetisi Kemaritiman Mahasiswa Nasional (KKMN) 2026 setelah menyisihkan 52 institusi peserta dari berbagai daerah.
Kompetisi yang digagas Universitas Hasanuddin ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, gagasan, dan inovasi dalam menjawab tantangan sektor kemaritiman.
Babak semifinal hingga grand final KKMN 2026 berlangsung secara luring di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin, Kampus Tamalanrea, Makassar, pada Sabtu-Minggu, 5–6 September 2026.
Mengangkat tema “Blue Innovation for Global Resilience: Menguatkan Peran Generasi Muda dalam Ekonomi Biru dan Keberlanjutan Maritim Dunia”, kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai institusi dengan latar belakang keilmuan yang beragam.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin, MKes PhD SpBMMf SubspOrtognat-D serta Direktur Kemahasiswaan Unhas Prof Dr Ir Suhasman SHut MSi IPM.
Sebelum memasuki tahap akhir, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti proses seleksi secara daring hingga babak 32 besar. Dari tahapan tersebut, peserta terbaik kemudian melanjutkan kompetisi secara langsung di Makassar.
Sebanyak empat cabang perlombaan dipertandingkan dalam KKMN 2026, yakni Debat Kemaritiman, Poster Kemaritiman, Videografi Kemaritiman, dan Karya Tulis Ilmiah Kemaritiman.
Pada cabang Debat Kemaritiman, peserta diuji melalui format Parlementer Asia dengan komposisi tiga peserta dalam setiap tim. Format tersebut menuntut mahasiswa menyusun argumen secara kritis, sistematis, dan berbasis pemahaman terhadap isu-isu strategis kemaritiman.
Sementara cabang Poster dan Videografi Kemaritiman memberikan ruang bagi peserta untuk mengemas gagasan melalui pendekatan visual. Mahasiswa ditantang menyampaikan pesan mengenai potensi, persoalan, dan masa depan sektor maritim dengan cara yang kreatif dan komunikatif.
Adapun cabang Karya Tulis Ilmiah Kemaritiman menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menawarkan gagasan berbasis riset terkait pengelolaan sumber daya laut, ekonomi biru, inovasi teknologi, hingga keberlanjutan lingkungan maritim.
Mendorong Generasi Muda Mengawal Ekonomi Biru
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Ruslin, mengatakan KKMN menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperluas wawasan mahasiswa terhadap potensi kemaritiman Indonesia.
Menurut dia, mahasiswa memiliki posisi penting dalam melahirkan gagasan baru yang dapat memperkuat sektor maritim nasional.
KKMN 2026 juga membawa pesan besar tentang ekonomi biru. Konsep tersebut menempatkan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi masa depan.
Melalui kompetisi ini, Unhas ingin mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami persoalan kemaritiman, tetapi juga mampu menawarkan solusi melalui pendekatan ilmiah dan inovatif.
Rangkaian KKMN 2026 tidak hanya berorientasi pada kemenangan kompetisi. Forum ini dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan antar mahasiswa dari berbagai institusi sekaligus memperkuat jejaring generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sektor kemaritiman.
Dengan keterlibatan 19 institusi pada tahap akhir, KKMN 2026 menjadi salah satu wadah yang memperlihatkan besarnya perhatian mahasiswa terhadap masa depan laut Indonesia.
Melalui inovasi dan kolaborasi, kompetisi ini diharapkan melahirkan gagasan yang mampu mendukung keberlanjutan maritim di tingkat nasional maupun global.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
KKMN 2026 - Peserta KKMN 2026 mengikuti acara pembukaan putaran final di Gedung LPPM Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sabtu (5/9/2026). Kompetisi ini diikuti 52 institusi untuk mengembangkan inovasi kemaritiman melalui empat cabang perlombaan. (Unhas TV/Venny Septiani Semuel)

-300x185.webp)
-300x169.webp)

_8-300x200.webp)

-300x169.webp)

