MAKASSAR, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Zero Waste Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi dan praktik pembuatan eco-enzyme di RW 010, Kelurahan PAI, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan bertajuk “ECO ACTION: Gerakan Zero Waste melalui Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme Berbasis Rumah Tangga” itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program terbaru Pemerintah Kota Makassar mengenai pemilahan sampah.
Program tersebut digagas Angela Jovita Tali, mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin. Dalam kegiatan itu, warga mendapat penjelasan mengenai jenis sampah, cara memilahnya, serta pemanfaatan limbah organik rumah tangga.
Peserta kemudian mempraktikkan pembuatan eco-enzyme dari sisa buah dan sayuran hingga menjadi cairan yang dapat digunakan kembali.
Dalam praktik tersebut, warga mencampurkan potongan limbah buah dan sayuran dengan gula serta air dalam wadah tertutup. Campuran itu selanjutnya difermentasi hingga menghasilkan cairan eco-enzyme.
Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya komposisi bahan, kebersihan wadah, dan masa penyimpanan agar proses pengolahan berlangsung baik serta aman digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari setelah cairan tersebut selesai melalui proses fermentasi.
Angela mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pengelolaan limbah organik yang sederhana dan dapat diterapkan di setiap rumah. Menurut dia, pemanfaatan sisa buah dan sayuran dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai guna.
“Langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di masa depan,” kata Angela.

ECO ENZYME - Mahasiswa KKN-T Zero Waste Unhas menggelar edukasi dan praktik pembuatan eco-enzyme di RW 010, Kelurahan PAI, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Minggu (2/8/2026). (Dok KKN-T Unhas)
Ketua RW 010 Kelurahan PAI, Fitriansyah Adi Surya, mengapresiasi kegiatan mahasiswa tersebut. Ia mengatakan kebijakan pemerintah kota mengenai zero waste membutuhkan keterlibatan warga sejak dari rumah.
Kebiasaan membuang sampah tanpa memilah, kata dia, perlu diubah menjadi tindakan yang lebih bertanggung jawab.
“Program mahasiswa KKN sangat membantu warga memahami pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah sehingga dilakukan secara sadar, bukan karena paksaan,” ujar Fitriansyah.
Antusiasme warga tampak selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan eco-enzyme dan berdiskusi mengenai manfaat serta kemungkinan nilai ekonominya.
Cairan hasil fermentasi limbah organik itu antara lain dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembersih rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Program mendukung SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas melalui peningkatan wawasan masyarakat tentang budaya zero waste.
Selain itu, pemanfaatan eco-enzyme sebagai bahan pembersih alternatif dinilai sejalan dengan SDG 3 mengenai kehidupan sehat dan sejahtera.
Melalui program tersebut, warga RW 010 diharapkan tidak lagi memandang limbah semata-mata sebagai barang buangan. Sampah organik dapat diolah menjadi produk bermanfaat, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. (*)
ECO ENZYME - Mahasiswa KKN-T Zero Waste Unhas menggelar edukasi dan praktik pembuatan eco-enzyme di RW 010, Kelurahan PAI, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Minggu (2/8/2026). (Dok KKN-T Unhas)



 PhD-300x169.webp)




