
PENALTI GAGAL - Kai Havertz gagal mengeksekusi penalti pertama dari tiga penalti Jerman gagal yang membuat Der Panzer tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Paraguay dengan skor 3-4 (1-1) di Foxborough, Selasa (30/6/2026) pagi. (Screenshot The Sun)
Kekalahan ini terasa makin pahit bagi Jerman karena mereka sempat merasa mencetak gol kemenangan pada babak tambahan. Tah menanduk bola dengan sempurna ke gawang Paraguay.
Namun gol itu dianulir setelah pemeriksaan VAR. Wasit menilai Waldemar Anton lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap kiper Orlando Gill.
Para pemain Jerman memprotes keputusan itu. Mereka menilai kontak tersebut tidak cukup kuat untuk membatalkan gol. Namun keputusan tetap berlaku. Skor tidak berubah hingga 120 menit berakhir.
Jerman sebenarnya lebih banyak menguasai bola. Namun penguasaan itu tidak diikuti efektivitas. Pada babak pertama, mereka bahkan gagal mencatat satu pun tembakan tepat sasaran. Permainan mereka lamban, tidak rapi, dan kerap kehilangan arah di sepertiga akhir lapangan.
Paraguay memanfaatkan situasi itu dengan baik. Gol pertama lahir setelah Manuel Neuer meninju bola hasil sepak pojok Miguel Almiron.
Bola kemudian kembali dikuasai Paraguay. Almiron mengirim umpan kepada Matias Galarza yang bergerak melebar. Dari sisi itu, bola dikirim kembali ke kotak penalti. Enciso berdiri bebas dan menanduk bola melewati Neuer.
Gol itu membuat tekanan kepada Jerman semakin besar. Mereka baru mampu merespons setelah turun minum. Florian Wirtz mengirim umpan yang disambut Havertz dengan sundulan tipis. Bola masuk dan membuat skor menjadi 1-1.
Namun setelah gol tersebut, Jerman tetap kesulitan membongkar pertahanan Paraguay. Peluang datang, tetapi tak cukup bersih. Paraguay bertahan rapat dan menunggu momen untuk menyerang balik.
Kapten Paraguay, Gustavo Gomez, tak mampu menyembunyikan emosinya setelah laga. Ia mengatakan sulit menjelaskan perasaan timnya setelah menyingkirkan Jerman.
“Saya sangat bangga kepada rekan-rekan dan tim ini. Kami pantas mendapat satu pertandingan lagi,” kata Gomez. “Yang ingin saya tekankan adalah betapa bersatunya kami. Kami sangat kuat. Hari ini kami harus menunjukkan warna sejati Paraguay.”
Bagi Paraguay, kemenangan ini menjadi salah satu hasil terbesar dalam sejarah mereka. Bagi Jerman, kekalahan ini bisa menjadi akhir masa Nagelsmann.
Ia sudah mendapat kritik dari sejumlah legenda Jerman, termasuk Lothar Matthaus dan Philipp Lahm, serta mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.
Jerman pulang dari laga gugur Piala Dunia pertama mereka sejak final 2014 dengan luka besar, dominan di permainan, tetapi kalah di momen paling menentukan. (*)








