Internasional

475 Jiwa Tewas, tapi Mengapa China Tunda Batu Korban Banjir di Nepal?

BANJIR - Banjir bandang di Nepal menyapu rumah-rumah warga, Foto: video X

UNHAS.TV - Jumlah korban banjir bandang di perbatasan wilayah Himalaya, Nepal, bertambah menjadi 475 jiwa dalam dua hari terakhir. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum ditemukan. 

Banjir bandang itu juga mengakibatkan korban jiwa di Tibet. Jumlah persisnya belum diketahui namun sekitar 550 jiwa masih dinyatakan hilang dan kemungkinan terperangkkap dalam lumpur.

Pemerintah China yang menurunkan tim bantuan sejak hari pertama sudah diperintahkan untuk menghentikan kegiatan mereka. Pertimbangannya demi keselamatan tim tersebut.

Pihak Palang Merah China menyebutkan, kemungkinan banjir kedua kembali akan terjadi di wilayah bencana. Hujan yang kadang-kadan turun dan cuaca yang tidak menentu akan sangat membahayakan keselamatan tim penyelamat.

Banjir bandang itu terjadi karena tumpukan es (glacier) di puncak gunung-gunung jatuh dan sebagian besar mencair dalam waktu singkat sehingga menimbulkan gelombang air yang menyapu kawasan permukinan dan daerah rendah di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet.

Juru Bicara Angkatan Darat Nepal, Brigadir Jenderal Rajaram Basnet menyebutkan, pihaknya telah berhasil menyelamatkan 900 jiwa termasuk di Kecamatan Rasuwa dan Kecamatan Nuwakot. 

Sebanyak 119 orang dari 900 jiwa yang diselamatkan merupakan wisatawan asing, termasuk 92 orang India. Bangsa India termasuk warga asing terbanyak yang jadi korban karena mereka biasanya paling sering mengunjungi kawasan Himayala.

"Sebanyak 900 orang terluka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat," ucap Rajaram tanpa merinci kondisi para korban. "Ini adalah bencana paling mengerikan yang pernah saya saksikan selama hidup saya."(*)