Sport

55 Anggota UEFA di Eropa Sepakat Boikot Piala Dunia 2030

UNHAS.TV - Sebanyak 55 anggota federasi sepakbola Eropa, UEFA, dengan suara bulat memberikan dukungan untuk memboikot Piala Dunia pria dan wanita berikutnya. Tindakan ini sebagai reaksi terhadap rencana FIFA untuk menyuntikkan uang swasta ke dalam Piala Dunia berikutnya.

Sikap itu tentu saja berarti penentangan yang sangat keras ke Presiden FIFA Gianni Infantino. Sudah sekian lama para anggota FIFA di seluruh dunia melihat Gianni Infantino seperti bertindak seenaknya.

Pada Selama pekan ini, FIFA dan Infantino mengumumkan rencana untuk mendirikan satu anak perusahaan di bawah kendali FIFA yang akan mengendalikan hak komersial dan operasional Piala Dunia.

Proposal tersebut telah mendapat pengawasan dan kritik keras dari banyak pihak di seluruh dunia. UEFA menyebut bahwa "jiwa dan tata kelola" permainan tersebut telah terancam oleh sikap Infantino. 

Namun, FIFA mengatakan bahwa uang yang dihasilkan dari apa yang disebutnya FIFA Forward Enterprise (FFE) akan diinvestasikan kembali ke dalam olahraga tersebut.

"Posisi Eropa sangat jelas. Kami tidak akan meminjamkan mandat kami untuk tujuan itu. Tidak seorang pun punya wewenang moral untuk menjual kepercayaan generasi berikutnya kepada kami," demikian penegasan UEFA.

Mepertimbangkan keputusan bersama, semua anggota UEFA sepakat untuk tidak mengirimkan tim nasional mereka untuk ikut kompetisi sepakbola yang dijalankan oleh FIFA kecuali FIFA mencabut dan membatalkan rencana Infantino. 

"Tidak satu pun pihak yang ragu bahwa UEFA dan organisasi sepakbola di bawah kendali UEFA akan teguh menentang tindakan FIFA ini. Sebelumnya, pada pertemuan yang digelar UEFA, tiga negara Eropa yang ikut di Piala Dunia 2026 seperti Spanyol, Prancis, dan Inggris sudah menyatakan tidak akan ikut Piala Dunia 2030.

FIFA telah memutuskan Piala Dunia 2030 akan diadakan di enam negara lintas tiga benua seperti Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama serta Uruguay, Argentina, dan Paraguay untuk laga perayaan seratus tahun FIFA.

Penetapan enam negara penyelenggara Piala Dunia 2030 ini sengaja dibuat demikian demi memuluskan rencana agar Amerika Serikat kembali jadi tuan rumah Piala Dunia 2038 setelah Piala Dunia 2034 dilaksanakan di Arab Saudi.

Ini karena ada aturan bahwa satu benua hanya boleh kembali jadi tuan rumah Piala Dunia setelah minimal dua benua lainnya telah menjadi tuan rumah. Piala Dunia 2030 diadakan di Benua Eropa, Benua Amerika Selatan, dan Benua Afrika. Arab Saudi di Benua Asia. Maka, 2038 akan jadi jatah Benua Amerika dan Amerika Serikat sudah punya rencana untuk kembali jadi tuan rumah.(*)