Watch Unhas TV Live
Watch Unhas TV Live
Budaya

Acara Accera Kalompoang Keluarga Kerajaan Gowa Ditiadakan, Ini Penyebabnya

Amir PR17 Jun, 2024
BATAL - Suasana di dalam Istana Balla Lompoa . Ruangan ini biasanya menjadi tempat pencucian benda pusaka Kerajaan Gowa pada acara Accera Kalompoang. (foto: Unhas TV/Amir Pallawa Rukka).

MAKASSAR, UNHAS.TV Acara pencucian benda-benda pusaka termasuk mahkota Kerajaan Gowa yang biasanya diadakan di Hari Raya Idul Kurban, dinyatakan ditiadakan pada tahun ini.

Keputusan tersebut beredar ke sejumlah pihak yang terlibat pada acara ritual tahunan tersebut sejak Minggu (16/6/2024) tengah malam.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa, Ikbal Daeng Tiro, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi oleh Unhas TV pada Senin (17/6/2024) pagi.

“Untuk hari ini (accera kalompoang) tidak dilaksanakan karena alasan teknis. Kunci lemari brankas penyimpanan benda-benda kebesaran Kerajaan Gowa tidak bisa terbuka (kuncinya belum ditemukan),” katanya melalui aplikasi perpesanan.

Penegasan serupa juga disampaikan oleh Juru Bicara Kerajaan Gowa, Andi Didis Abu Baeda. “Iya, Accera Kalompoang untuk acara pencucian mahkota hari ini tidak jadi dikarenakan kunci brankas yang dipegang pemda katanya tidak ditemukan,” ucap Andi Didis kepada Unhas TV.

Akibat peniadaan itu, tidak tampak tanda-tanda keramaian di Istana Balla Lompoa dan Istana Tamalate yang berada di pusat Kota Sungguminasa, Kabupaten Gowa.

Pantauan Unhas TV di lingkungan istana, hanya ada dua papan bunga tentang Accera Kalompoang terpasang di tempat itu. Satu papan bunga kiriman anggota DPRD Sulsel, Rismawati Kadir Nyampa, berdiri di dekat gerbang utama halaman istana. Papan bunga lainnya atas nama Lembaga Kerajaan Gowa.

Agak ke belakang papan bunga itu, tampak baliho bermuatan foto Andi Pangerang Nur Akbar, Ketua Umum FKGP Sultan Hasanuddin.

Sementara itu di bawah Istana Tamalate, hanya tampak dua perempuan sedang mencuci piring dan dua pria berkumpul di balai-balai.

Di Istana Balla Lompoa, samping Istana Tamalate, berkumpul tiga orang. Salah satunya Maslinuddin yang mengaku sebagai penjaga Istana Balla Lompoa.

“Saya juga tidak tahu sebabnya (ditiadakan). Biasanya kalau jadi, sudah banyak orang berkumpul. Ini belum ada tandanya,” kata Maslinuddin.

Andi Baso yang khusus datang dari Malaysia untuk hadir di acara tersebut juga bingung dengan peniadaan acara tersebut. “Saya juga lagi cari informasinya, apakah jadi atau tidak,” katanya di Istana Balla Lompoa. Beberapa menit kemudian ia memutuskan mengembalikan baju dan topi adat yang telanjur ia sewa.

“Kita tunggu saja setelah Dhuhur, mudah-mudahan ada informasi baru,” kata Maslinuddin.

BACA SELANJUTNYA > > >

1 2