Internasional
Pendidikan

AIYA Kenalkan Australian Football di Makassar, Olahraga Jadi Jembatan Diplomasi Pemuda Indonesia-Australia



Consul at Australian Con-Gen in Makassar Isaac Bennett. (Unhas TV / Venny Septiani Semuel)


Kegiatan Australian Football Sports Diplomacy Footy Day di Makassar merupakan bagian dari rangkaian pengenalan olahraga tersebut di sejumlah kota di Indonesia.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Jakarta, Kupang, dan Surabaya. Makassar menjadi kota keempat dalam rangkaian tersebut, sebelum dilanjutkan ke Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali.

Pemilihan Makassar sebagai salah satu lokasi kegiatan memiliki alasan historis. Hubungan antara masyarakat Makassar dan Australia Utara telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu melalui aktivitas pelayaran dan perdagangan.

Konsul Australia di Makassar, Isaac Bennett, mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Australia kepada mahasiswa dan pemuda Makassar melalui olahraga yang memiliki karakter khas negaranya.

“Konsulat Jenderal Australia di Makassar sudah lama memiliki kemitraan dengan AIYA Sulsel. Kami bangga dapat mendukung kegiatan seperti ini karena memperkenalkan olahraga yang sangat khas Australia kepada mahasiswa dan pemuda di Makassar,” ujar Isaac.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Australia Indonesia Institute, lembaga Australia yang berperan memperdalam hubungan kedua negara melalui berbagai program kerja sama.

Menurut Isaac, Australian Football memiliki nilai budaya yang kuat karena olahraga tersebut berkembang dengan pengaruh berbagai unsur, termasuk budaya masyarakat asli Australia.

“Olahraga ini mencerminkan Australia modern, ada pengaruh dari luar negeri dan juga pengaruh dari penduduk asli Australia. Kami bersyukur memiliki kesempatan berbagi dengan teman-teman di Makassar,” katanya.

Selain memperkenalkan olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat terhadap sejarah panjang hubungan Makassar dan Australia Utara. Sejak masa lalu, para pelaut Makassar telah berlayar menuju wilayah Australia Utara untuk berdagang teripang dan berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Jejak sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam hubungan kedua negara hingga saat ini. Melalui kegiatan berbasis budaya dan olahraga, hubungan tersebut terus diperkuat dengan melibatkan generasi muda sebagai aktor utama.

Kolaborasi AIYA dan Konsulat Jenderal Australia di Makassar juga tidak berhenti pada kegiatan olahraga. Berbagai program pertukaran pengetahuan dan budaya terus dikembangkan, termasuk diskusi mengenai sejarah hubungan Australia dan Indonesia melalui program The Trepang Route.

Ke depan, pengenalan Australian Football diharapkan dapat berkembang menjadi komunitas olahraga baru di Makassar dan Sulawesi Selatan. Tidak hanya sebagai permainan, olahraga ini diharapkan menjadi ruang pertemuan yang memperluas pemahaman lintas budaya.

Melalui Australian Football Sports Diplomacy Footy Day, AIYA ingin menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Australia tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintahan, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, khususnya generasi muda.

Olahraga menjadi bahasa universal yang mempertemukan perbedaan. Dari lapangan di Makassar, hubungan dua negara kembali menemukan ruang baru untuk tumbuh melalui persahabatan, budaya, dan semangat kolaborasi.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)