Mahasiswa
Pendidikan

Ajang MTQM Unhas 2026 Jaring Kafilah Terbaik untuk Pentas MTQ Nasional

Ketua Pelaksana MTQM 2026 Fajar Sidiq Limola SS MHum. (unhas tv/venny septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa (MTQM) Universitas Hasanuddin 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antar mahasiswa.

Kegiatan tahunan ini juga menjadi sarana penjaringan kafilah terbaik yang akan dipersiapkan mewakili kampus pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional.

MTQM 2026 digelar selama dua hari, 5–6 Maret 2026, di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea, Makassar.

Kompetisi tersebut diikuti mahasiswa Unhas angkatan 2023 hingga 2025 yang sebelumnya telah melalui tahap seleksi sebelum melaju ke babak final.

Sebanyak sembilan cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan ini. Cabang tersebut meliputi Hifzhil Quran 10 juz, 20 juz, dan 30 juz, Tilawatil Quran putra dan putri, Tartilil Quran putra dan putri, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Nasyid, serta ceramah bahasa daerah.

Beragam kategori itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan membaca, menghafal, serta memahami kandungan Al-Quran.

Ketua Pelaksana MTQM 2026, Fajar Sidiq Limola, mengatakan kompetisi ini tidak berhenti pada penentuan juara. Para peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik akan dipersiapkan melalui proses pembinaan intensif untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional.

“Luaran dari MTQ Mahasiswa Universitas Hasanuddin ini adalah coaching bagi peserta terbaik. Setiap dua tahun sekali Unhas rutin mengirimkan kafilah untuk berlomba di MTQ nasional,” kata Fajar dalam keterangannya di sela kegiatan, Jumat (6/3/2026).

Ia mencontohkan, pada ajang MTQ nasional tahun 2025, kafilah Unhas berhasil meraih prestasi dengan membawa pulang medali emas pada kategori hafalan 20 juz dan medali perak pada kategori 30 juz.

Prestasi tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang dilakukan melalui MTQM mampu menghasilkan peserta yang kompetitif di tingkat nasional.

Menurut Fajar, mahasiswa yang memiliki potensi di berbagai cabang lomba akan mengikuti proses coaching secara bertahap. Pembinaan itu mencakup peningkatan kemampuan tilawah, penguatan hafalan, hingga pendalaman pemahaman terhadap isi Al-Quran.

Melalui pembinaan tersebut, diharapkan para mahasiswa dapat tampil lebih matang saat mengikuti kompetisi tingkat nasional sekaligus membawa nama baik Universitas Hasanuddin.

Selain sebagai ajang kompetisi, MTQM juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual melalui pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Quran.

Dengan proses seleksi dan pembinaan yang berkelanjutan, Universitas Hasanuddin menargetkan kafilah terbaiknya dapat kembali mencetak prestasi sekaligus mengharumkan nama kampus pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran mahasiswa tingkat nasional.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)