BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan berbagai program pengabdian masyarakat berbasis lingkungan, pertanian, dan edukasi di Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu.
Rangkaian kegiatan tersebut dipaparkan dalam seminar hasil program kerja yang dilaksanakan pada Kamis (5/2/2026), sebagai bentuk demonstrasi dan laporan atas program yang telah dijalankan selama masa pengabdian mahasiswa di Desa Bonto Cinde.
Desa Bonto Cinde dikenal sebagai wilayah agraris dengan pertanian padi sebagai sektor utama penggerak perekonomian masyarakat. Tingginya produksi gabah kering giling (GKG) setiap musim panen berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal.
Namun, aktivitas tersebut juga menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah besar yang belum dikelola secara optimal.
Selama ini, sekam padi kerap menumpuk di sekitar area penggilingan atau dibakar secara terbuka, sehingga menimbulkan pencemaran udara, gangguan kesehatan, serta penurunan kualitas lingkungan.
Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN 115 Unhas menginisiasi program pengelolaan limbah sekam padi menjadi pupuk ramah lingkungan berupa pupuk organik cair (POC) dan kompos sekam padi.
POC berfungsi menyediakan unsur hara makro dan mikro bagi tanaman, meningkatkan pertumbuhan akar dan anakan padi, serta memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama dan kondisi lingkungan.
Kepala Desa Bonto Cinde, Mantasari, mengapresiasi pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN 115 Unhas yang dinilai relevan dengan kondisi desa sebagai wilayah agraris.
“Saya selaku Kepala Desa sangat mengapresiasi kehadiran dan pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN 115 Unhas di Desa Bonto Cinde," ujar Mantasari.
"Program pengelolaan limbah sekam padi ini sangat membantu mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Hal senada disampaikan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Bonto Cinde, Kamaruddin. Ia menilai program yang diangkat mahasiswa KKN sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN 115 Unhas. Program pemanfaatan limbah sekam padi ini sangat bermanfaat dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Semoga ilmu yang dibagikan dapat terus diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi desa,” katanya.
Tokoh masyarakat Desa Bonto Cinde, Herman, juga menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, pengelolaan sekam padi menjadi pupuk organik merupakan ide sederhana namun berdampak besar bagi warga.
“Kehadiran mahasiswa KKN 115 Universitas Hasanuddin membawa kesan positif bagi desa kami. Pengolahan sekam padi menjadi sesuatu yang bermanfaat sangat membantu masyarakat dan mudah dipahami,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN 115 Unhas, Muhammad, menjelaskan bahwa kegiatan seminar hasil menjadi momen penting untuk melaporkan capaian program selama kurang lebih 45 hari masa pengabdian.
“Selama berada di Desa Bonto Cinde, fokus utama kami adalah bidang pertanian. Kami berupaya menjalankan program yang dapat meningkatkan efektivitas pertanian desa.
"Kami menyadari program ini masih memiliki keterbatasan, namun kami berharap manfaatnya dapat terus dirasakan dan dilanjutkan oleh masyarakat,” tutur Muhammad.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas dukungan serta kebersamaan selama pelaksanaan KKN di Desa Bonto Cinde.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
PUPUK CAIR. Mahasiswa KKN Tematik Unhas adakan pelatihan pembuatan pupuk limbah cair dari sekam padi untuk warga Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (5/2/2026). (dok kkn unhas)
-300x200.webp)





-1024x629_1-300x185.webp)

