Mahasiswa

Manifestasi atau Halusinasi? Gen Z Unhas Bedah Rahasia di Balik Tren Vision Board

Tampak dua mahasiswa Unhas tengah berdiskusi merencanakan masa depan mereka. Generasi Z punya cara unik bernama vision board. (unhas tv/amina rahma ahmad)

​MAKASSAR, UNHAS.TV - Di tengah gempuran tren gaya hidup digital, generasi Z kini punya cara unik dalam merencanakan masa depan mereka.

Salah satu yang paling populer adalah pembuatan vision board. Namun, benarkah kumpulan gambar dan tulisan impian ini efektif sebagai bentuk manifestasi, ataukah sekadar halusinasi belaka?

​Sejumlah mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas) membagikan pengalaman mereka dalam membuktikan kekuatan papan impian ini.

Bagi mereka, vision board bukan sekadar pajangan estetis, melainkan alat pemicu (trigger) untuk meraih tujuan hidup secara lebih terukur.

​Mahasiswi Ilmu Komunikasi Unhas angkatan 2023, Ananda Ratu Azzarah, mengungkapkan bahwa dirinya telah merasakan dampak nyata setelah konsisten menerapkan metode ini selama dua tahun terakhir.

Menurutnya, vision board mampu mengubah sesuatu yang abstrak menjadi nyata. ​"Kalau bagi saya pribadi yang sudah merealisasikan vision board sejak 2 tahun terakhir, itu bukti bahwasanya vision board ini sebuah manifestasi," ujarnya.

"Manifestasi ini sesuatu hal yang awalnya bentukannya tidak nyata, tapi kita buat seolah menjadi nyata dengan gambar-gambar dan tulisan," jelas Ratu.

​Ia menambahkan bahwa proses visualisasi yang berulang mampu menarik energi positif. "Karena keseringan melihat, kita jadi menarik energi-energi yang ada di sekitar kita untuk sampai di apa yang sudah kita buat di vision board," tambahnya.

​Kanvas Impian Sebagai Pengingat Target

​Senada dengan Ratu, Nailah Rahmawati, mahasiswi Ilmu Komunikasi Unhas angkatan 2023 lainnya, juga memandang vision board sebagai bentuk manifestasi perasaan dan ambisi yang dituangkan secara visual.

​"Menurut aku vision board itu manifestasi karena suatu perasaan baik itu kalau kita tuangkan jadi sebuah bentuk, pasti bakal lebih mudah dan teringat ke kita bahwa kita punya goals yang harus diraih," ujarnya.

"Satu hal yang aku highlight adalah satu hal yang kita yakin bahwa kita bisa raih di satu waktu tersebut," jelas Nailah.

​Secara teknis, para mahasiswa ini biasanya menyusun kumpulan gambar inspiratif melalui aplikasi desain seperti Canva. Durasi targetnya pun beragam, mulai dari target per tiga bulan hingga satu tahun.

​Bagi Gen Z, keberadaan vision board menjadi kompas di tengah distraksi masa muda. Dengan melihat target setiap hari, mereka merasa lebih terfokus untuk melakukan aksi nyata guna mengubah deretan foto dan kata-kata tersebut menjadi sebuah pencapaian yang konkret.

(Amina Rahma Ahmad / Unhas TV)