ACEH, UNHAS.TV- Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana sebagai wujud nyata pengabdian pada situasi krisis kemanusiaan.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus pembelajaran kontekstual yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penanganan dampak bencana di lapangan.
Salah satu mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut adalah Deswira Natalia Maluda, mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Sarjana Administrasi Publik, Departemen Ilmu Administrasi FISIP Universitas Hasanuddin.

Mahasiswa Universitas Hasanuddin peserta KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera 2025 berfoto bersama di tengah kawasan terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, usai melaksanakan kegiatan layanan psikososial, WASH, dan pendampingan masyarakat, Desember 2025.
Deswira terpilih sebagai relawan KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera 2025 setelah melalui proses seleksi dan wawancara yang memprioritaskan mahasiswa dengan pengalaman atau minat di bidang tanggap bencana.
Pelaksanaan KKN Tematik ini difokuskan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak banjir bandang pada akhir tahun 2025.
Program pengabdian tersebut berlangsung selama 13 hingga 26 Desember 2025 dan melibatkan 12 mahasiswa Universitas Hasanuddin dari berbagai fakultas dan disiplin ilmu.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta Fakultas Kehutanan.

Mahasiswa Universitas Hasanuddin peserta KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera 2025 menyalurkan bantuan logistik dan pangan kepada anak-anak serta warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial dan kemanusiaan, Desember 2025.
Keterlibatan lintas disiplin ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dan multidimensional dalam merespons dampak bencana secara komprehensif.
Sebagai mahasiswa Administrasi Publik, Deswira berperan dalam mendukung kegiatan pelayanan publik, koordinasi lapangan, serta pendampingan masyarakat terdampak banjir.
Program KKN Tematik Tanggap Bencana difokuskan pada pemulihan pascabencana, baik secara fisik maupun nonfisik, dengan menyesuaikan kebutuhan riil masyarakat di lokasi terdampak.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah Layanan Dukungan Psikososial yang menyasar anak-anak dan keluarga korban banjir.
Melalui kegiatan interaktif, edukatif, dan rekreatif, tim KKN berupaya menciptakan ruang aman yang membantu pemulihan kondisi mental serta mengurangi trauma pascabencana.
Selain layanan psikososial, Deswira dan tim juga terlibat dalam kegiatan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) untuk memulihkan akses air bersih masyarakat.
Kegiatan WASH dilakukan melalui pengurasan sumur warga yang tertutup lumpur dan pasir, dilanjutkan dengan penyaringan air menggunakan pompa dan perangkat filter.
Upaya tersebut menjadi langkah awal pemulihan kemandirian sumber air bersih bagi warga terdampak banjir.
.webp)
Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin peserta KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera 2025 berfoto bersama di posko kemanusiaan kawasan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sebagai simbol solidaritas, kolaborasi lintas disiplin, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat, Desember 2025.
Program pengabdian ini juga mencakup distribusi logistik, promosi kesehatan, serta pelaksanaan joint needs assessment di tingkat komunitas.
Melalui asesmen bersama, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai kompleksitas kebutuhan masyarakat pascabencana, mulai dari sanitasi, kesehatan, hingga dukungan sosial.
Bagi Deswira, pengalaman ini menjadi pembelajaran nyata tentang bagaimana kebijakan dan pelayanan publik harus dirancang secara adaptif dan responsif dalam situasi krisis.
Pelaksanaan KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera 2025 didukung oleh kolaborasi lintas unsur, termasuk Disaster Management Center IKATEK Unhas, KAGAMA CARE, GARDA CARE, Tim SAR Universitas Hasanuddin, serta jejaring relawan Nalar, Naluri, dan Nurani.
Seluruh kegiatan lapangan dikoordinasikan secara intensif bersama perangkat desa dan instansi pemerintah setempat agar respons kemanusiaan berjalan terarah dan tepat sasaran.
Secara operasional, koordinasi program berada di bawah Subdirektorat Pendidikan Berbasis Pengabdian kepada Masyarakat pada Direktorat Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Universitas Hasanuddin.
Selama masa penugasan, mahasiswa ditempatkan di Pondok Pesantren Ibnu Hasan, Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.
Wilayah sasaran kegiatan meliputi pemukiman sekitar Kota Kuala Simpang, Desa Sukamaju, Kecamatan Rantau, Kecamatan Sekerak, Kecamatan Karang Baru, Kecamatan Bandar Pusaka, hingga wilayah Bener Meriah.
Melalui kegiatan WASH dan layanan kemanusiaan lainnya, program ini menjangkau ribuan penerima manfaat dari berbagai kelompok masyarakat.
Partisipasi Deswira Natalia Maluda menjadi cerminan nyata kontribusi mahasiswa Administrasi Publik FISIP Unhas dalam pengabdian kepada masyarakat.
Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat empati dan kepedulian sosial, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis tentang tata kelola pelayanan publik dalam situasi darurat.
KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera 2025 diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan serta penanganan kebencanaan di masa depan.(*)
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, bersama Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., PhD., Sp.BM(K) selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR I) Unhas, berfoto bersama mahasiswa Administrasi Publik sebagai peserta KKN Tematik Tanggap Bencana Sumatera 2025 sebelum pemberangkatan, sebagai bentuk dukungan institusional terhadap pengabdian mahasiswa di wilayah terdampak bencana.

-300x167.webp)



-300x169.webp)
-300x200.webp)

