MAKASSAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin resmi menetapkan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas, Rusdi Mardan, sebagai Direktur Utama PT Hadin Metavisi Akademika (Hadin), holding company yang akan mengelola dan mengembangkan portofolio bisnis Universitas Hasanuddin.
Selain posisi Direktur Utama, pimpinan Unhas, selaku pemegang saham, juga menetapkan Dr. Eka Sastra sebagai Komisaris Utama (Komut), bersama jajaran komisaris lainnya yakni Prof. Amir Ilyas dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas Prof. Dr. Mursalim Nohong.
Keputusan ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, S.T., M.Phil didampingi Direktur Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Aset (PUPA), Dr. Ir. Syahriadi Kadir di kampus Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Selasa (23/6/2026).
Penetapan tersebut dilakukan setelah Rusdi Mardan melewati seluruh tahapan seleksi yang berlangsung secara terbuka dan kompetitif sejak April 2026. Dari 11 pelamar yang berasal dari berbagai latar belakang profesional, proses seleksi akhirnya mengerucut hingga menghasilkan tiga kandidat terbaik sebelum pemegang saham menetapkan Rusdi Mardan sebagai Direktur Utama.
Ketua Tim Seleksi Direksi dan Penyusunan Road Map Hadin, Dr. Eka Sastra, mengatakan bahwa terpilihnya Rusdi Mardan menghadirkan kombinasi antara pengalaman korporasi nasional dan pemahaman terhadap lingkungan Universitas Hasanuddin.
"Pak Rusdi memiliki pengalaman panjang dalam memimpin organisasi bisnis berskala besar. Beliau juga alumni Unhas sehingga memahami karakter dan potensi yang dimiliki universitas ini. Kami berharap kepemimpinan beliau dapat mempercepat transformasi Hadin menjadi holding company yang profesional, sehat secara bisnis, dan mampu mendukung kemandirian ekonomi universitas," kata Eka Sastra.
Rusdi Mardan bukan nama baru di dunia korporasi. Sebelum memasuki masa pensiun pada 2026, alumni Ilmu Politik Unhas ini menjabat sebagai Senior Vice President dan District Operations Head Kalisumapa PT Indosat Tbk. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi SVP Head of Sales Sulawesi di perusahaan yang sama.

Mengenal Rusdi Mardan
Karier profesionalnya terbentang lebih dari tiga dekade. Ia pernah menjabat General Manager dan Regional Sales Head di Hutchison 3 Indonesia selama lebih dari 13 tahun, National Sales Development Director di Danone Aqua, Regional Sales Manager Astro, hingga menduduki berbagai posisi manajerial di British American Tobacco (BAT) di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam pemaparan visi dan misi pada tahap seleksi, Rusdi menawarkan agenda transformasi Hadin yang berfokus pada tiga prioritas utama, yakni stabilisasi keuangan, transformasi ekosistem bisnis kampus, dan pertumbuhan berkelanjutan.
Ia menilai langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyehatkan unit-unit usaha yang selama ini belum memberikan kinerja optimal.
"Dalam 12 bulan pertama kita harus memastikan bisnis yang merugi dapat disehatkan. Kita ingin Hadin memiliki fondasi keuangan yang kuat sebelum masuk ke fase ekspansi," ujarnya saat presentasi visi-misi.
Menurut Rusdi, Unhas memiliki keunggulan besar berupa lebih dari 60 ribu sivitas akademika yang merupakan captive market dan selama ini belum dikelola secara maksimal.
Karena itu, ia mengusulkan pembangunan ekosistem digital terintegrasi melalui pengembangan super app yang menghubungkan seluruh unit bisnis Hadin dalam satu platform.

Serah terima jabatan

Ia juga menargetkan Hadin menjadi holding company ekosistem kampus terdepan di Indonesia pada 2030 melalui lima agenda utama, yaitu profitabilitas yang sehat, ekosistem digital terintegrasi, diversifikasi usaha berbasis kemitraan, tata kelola berbasis good corporate governance dan KPI, serta pengembangan talenta profesional.
Salah satu bagian yang paling mendapat perhatian dalam proses seleksi adalah program 100 hari pertama yang dipaparkan Rusdi. Program tersebut dibagi ke dalam tiga fase.
Pada 30 hari pertama, fokus utama adalah stabilisasi keuangan melalui evaluasi menyeluruh terhadap seluruh unit usaha, pengendalian biaya, dan identifikasi sumber-sumber inefisiensi.
Pada hari ke-31 hingga ke-60, Hadin akan memasuki fase akselerasi melalui pengembangan super app, aktivasi mitra strategis, dan integrasi berbagai layanan bisnis.
Sementara pada hari ke-61 hingga ke-100, fokus diarahkan pada pembuktian kinerja melalui peningkatan pendapatan, perbaikan portofolio usaha, penerapan dashboard bisnis real-time, dan pencapaian laba positif.
Selain bisnis yang sudah berjalan, Rusdi juga melihat peluang besar pada hilirisasi riset kampus. Dalam presentasinya, ia menegaskan bahwa Hadin harus berfungsi sebagai jembatan antara hasil penelitian dosen dan mahasiswa dengan dunia industri dan pasar.
"Hadin harus menjadi bridging antara riset dan pasar. Banyak hasil penelitian yang memiliki potensi ekonomi besar, tetapi membutuhkan kendaraan bisnis yang mampu membawa inovasi tersebut kepada masyarakat," ujarnya.
Dr. Eka Sastra menambahkan bahwa penetapan Direktur Utama merupakan langkah awal dalam pembentukan holding company Universitas Hasanuddin. Setelah ini, proses akan dilanjutkan dengan penyempurnaan road map Hadin dan pembentukan posisi-posisi strategis lainnya pada tingkat Board of Directors (BOD).
"Dengan terpilihnya Direktur Utama, kita memasuki fase baru. Fokus berikutnya adalah menuntaskan road map, menyusun struktur organisasi, dan membangun fondasi tata kelola agar Hadin dapat bergerak sebagai strategic holding yang mampu mengelola aset, mengembangkan bisnis, dan memperkuat hilirisasi inovasi Universitas Hasanuddin," kata Eka Sastra.
Terpilihnya Rusdi Mardan menandai babak baru pengembangan bisnis Universitas Hasanuddin.
Di tangan seorang alumni Sospol yang ditempa lebih dari 30 tahun di dunia korporasi nasional, Hadin kini diharapkan tidak hanya menjadi pengelola unit usaha kampus, tetapi juga menjadi mesin pertumbuhan yang menghubungkan aset, inovasi, dan jejaring Universitas Hasanuddin dengan dunia industri dan pasar.
undefined



-300x169.webp)




