Mahasiswa

Shifa Salsabilla Buktikan Kegagalan Bukan Halangan Menjadi Lulusan Terbaik FKM Unhas

TERBAIK - Andi Shifa Salsabilla, Lulusan terbaik FKM Unhas dari Departemen Epidemiologi Prodi Kesehatan Masyarakat. (Unhas TV/Moh Resha Maharam)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Suasana haru dan syukur mewarnai wisuda Universitas Hasanuddin periode April 2025 hari pertama di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Rabu (1/4/2026).

Prosesi yang berlangsung di bulan Syawal itu menjadi momen penting bagi ratusan wisudawan dari berbagai fakultas. Di antara para lulusan, nama Andi Shifa Salsabilla menonjol setelah dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Sejak pagi, area wisuda dipenuhi para lulusan yang tampil dengan beragam busana. Ada yang memilih penampilan sederhana, ada pula yang tampil lebih elegan.

Suasana itu menambah semarak prosesi akademik yang tidak hanya menandai akhir masa studi, tetapi juga awal langkah baru para sarjana.

Di tengah deretan wisudawan, Shifa menjadi salah satu sosok yang menyita perhatian. Lulusan Departemen Epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat itu meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Capaian tersebut ia raih setelah melalui proses studi yang, menurut dia, tidak selalu berjalan mulus. Shifa mengatakan masa kuliah memberinya banyak pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang menguji daya tahan.

Selama menjadi mahasiswa, ia aktif mengikuti berbagai lomba dan kegiatan kemahasiswaan. Namun, tidak semua upaya itu berujung keberhasilan. Kegagalan justru lebih sering datang dalam proses yang ia jalani.

“Saya beberapa kali mengikuti lomba, beberapa kali mengikuti kegiatan-kegiatan mahasiswa, tapi seringkali gagal,” kata Shifa.

Bagi Shifa, kegagalan itu tidak menjadi alasan untuk berhenti. Ia memilih menjadikannya sebagai dorongan untuk terus memperbaiki diri.

Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa proses pendidikan tidak semata ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh cara seseorang merespons tantangan yang datang selama perjalanan.

Ia mengaku pengalaman jatuh bangun selama kuliah membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Predikat wisudawan terbaik, dengan begitu, bukan semata hasil dari capaian akademik, tetapi juga buah dari ketekunan dalam menghadapi proses yang tidak mudah.

Setelah menyelesaikan studi sarjana, Shifa telah menyiapkan langkah berikutnya. Ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

Menurut dia, pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam menyiapkan masa depan dan memperluas kontribusi di bidang kesehatan masyarakat. “Kalau rencana karirnya itu Insyaallah saya mau melanjutkan studi S2,” ujar dia.

Di tengah kegembiraan wisuda, Shifa juga menyampaikan pesan kepada sesama lulusan. Ia menilai seluruh wisudawan yang hadir pada hari itu telah melewati perjalanan panjang yang patut dihargai.

Menyelesaikan pendidikan tinggi, kata dia, bukan perkara mudah, sehingga setiap lulusan layak mengapresiasi prosesnya masing-masing.

“Untuk seluruh wisudawan hari ini, kalian semua hebat, sudah sampai di sini, sudah menyelesaikan perjalanan yang panjang, perjalanan yang tidak mudah untuk sampai di sini,” kata Shifa.

Pesan itu menjadi penutup yang mewakili suasana wisuda hari pertama Unhas. Di balik toga, senyum, dan seremoni, ada cerita tentang kerja keras, kegagalan, dan keteguhan untuk terus melangkah.

Bagi Shifa, pencapaian sebagai wisudawan terbaik bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk memasuki tahap kehidupan berikutnya dengan semangat yang sama: terus belajar dan terus bertumbuh.

(Venny Septiani Semuel / Moh Resha Maharam / Unhas TV)