News

Unhas Siap Luncurkan Buku Geology of Sulawesi Region, Referensi Global Geologi Kawasan Timur Indonesia

MAKASSAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menegaskan perannya sebagai pusat unggulan ilmu kebumian melalui penyelenggaraan Konsorsium Kebumian: Seminar dan Sosialisasi Peluncuran buku Geology of Sulawesi Region.

Kegiatan ini akan berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, pukul 09.00–13.00 WITA di UNHAS Hotel & Convention, Makassar. Ini menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi geologi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi multi-bencana di wilayah Sulawesi. 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Earth Resource Management Research Group (ERMRG) sebagai pusat unggulan riset kebumian di UNHAS, yang memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan pembangunan berkelanjutan. 

Dalam pelaksanaannya, ERMRG berkolaborasi dengan Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengda Sulselbar.

Sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari BPBD, akademisi, guru, hingga organisasi masyarakat, dijadwalkan hadir dalam forum ini yang mengangkat tema “Memahami Geologi Sulawesi untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Ketahanan terhadap Multi-Bencana.” 

Sorotan utama kegiatan ini adalah peluncuran buku Geology of Sulawesi Region, sebuah karya ilmiah monumental yang tidak hanya memiliki nilai akademik tinggi, tetapi juga mengandung dimensi historis, intelektual, dan emosional yang kuat.

Buku ini ditulis dalam bahasa Inggris oleh Prof. Adi Maulana bersama Theo van Leeuwen, geolog asal Belanda yang telah mendedikasikan hidupnya untuk meneliti geologi Sulawesi sejak akhir 1970-an. 

Theo van Leeuwen bukan sekadar kolaborator, melainkan juga mentor intelektual bagi Prof. Adi Maulana. Ia dikenal luas sebagai salah satu ahli geologi paling dihormati di Indonesia, dengan kontribusi fundamental dalam memahami evolusi geologi Sulawesi yang kompleks dan unik di tingkat global.

Karena itu, buku ini menjadi simbol kolaborasi lintas generasi dan lintas negara, sekaligus refleksi hubungan akademik mendalam antara mentor dan murid yang dipersatukan oleh kecintaan terhadap ilmu geologi. 

Pulau Sulawesi sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kompleksitas geologi paling rumit di dunia, akibat interaksi dinamis beberapa lempeng tektonik utama.

Dalam konteks inilah, buku Geology of Sulawesi Region hadir sebagai referensi penting yang mengulas kompleksitas tersebut secara sistematis, komprehensif, dan berbasis data ilmiah mutakhir. 



Proses penyusunan buku ini berlangsung hampir lima tahun dan diwarnai berbagai tantangan, termasuk beberapa kali penundaan akibat kesibukan kedua penulis.

Tantangan tersebut semakin besar ketika Adi Maulana mengemban amanah sebagai pimpinan universitas. Namun, melalui ketekunan, semangat, dan komitmen untuk memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat, buku ini akhirnya berhasil diterbitkan pada akhir tahun lalu. 

Buku ini diterbitkan dalam dua volume, yakni Volume 1 setebal 771 halaman dan Volume 2 setebal 497 halaman. Ketebalan dan kedalaman isinya mencerminkan keluasan kajian serta kompleksitas geologi Sulawesi yang dikupas secara mendalam. 

Keistimewaan lain dari buku ini adalah keputusan kedua penulis untuk menerbitkannya secara eksklusif melalui UNHAS Press, percetakan milik Universitas Hasanuddin.

Keputusan ini bukan sekadar teknis, melainkan simbol kecintaan yang mendalam terhadap Sulawesi dan UNHAS sebagai rumah akademik tempat Adi Maulana mengabdi sebagai Guru Besar di Departemen Teknik Geologi. 

Sebagai bentuk komitmen terhadap diseminasi ilmu pengetahuan, buku ini didistribusikan secara gratis kepada universitas, perpustakaan, lembaga swadaya masyarakat, serta pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Penerbitannya juga mendapat dukungan dari PT Vale Indonesia yang berkontribusi dalam pembiayaan sebagian proses pencetakan. Selain itu, versi digital buku ini tersedia secara gratis melalui platform seperti ResearchGate dan media sosial, sehingga dapat diakses secara luas oleh masyarakat global. 

Dalam waktu kurang dari enam bulan sejak diterbitkan, buku ini telah mencatat ribuan akses, terutama dari kalangan peneliti internasional yang memiliki ketertarikan terhadap geologi Sulawesi.

Hal ini menegaskan bahwa Sulawesi tidak hanya penting dalam konteks nasional, tetapi juga memiliki signifikansi global dalam studi geologi, sumber daya alam, dan mitigasi bencana. 



Sebagai Ketua ERMRG UNHAS sekaligus Ketua IAGI Pengda Sulselbar, Adi Maulana menegaskan bahwa ilmu geologi harus hadir sebagai fondasi dalam pengambilan kebijakan publik.

“Ilmu geologi harus hadir sebagai fondasi dalam pengambilan kebijakan publik, terutama dalam menghadapi risiko bencana dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui ERMRG, UNHAS terus berperan aktif mengembangkan riset geologi yang aplikatif, mendorong integrasi ilmu kebumian dalam kebijakan publik, serta menghubungkan akademisi, pemerintah, dan industri. 

Peluncuran buku Geology of Sulawesi Region ini tidak hanya menjadi peristiwa akademik, tetapi juga merupakan warisan intelektual yang diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui dedikasi para penulis dan dukungan institusi, Sulawesi kini memiliki referensi geologi kelas dunia yang lahir dari tanahnya sendiri—untuk Indonesia dan untuk dunia.