Ekonomi

Analis BI Sulsel Sebut 3 Strategi dalam Mendorong Ekonomi Syariah di Indonesia

UNHAS.TV - Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah.

Hal itu diungkapkan Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusi, dan Syariah Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Alip Fajar di event UnhasTV Mencari Dai 2025, Jumat (7/3/2025).

Alip Fajar mengungkapkan bahwa Bank Indonesia terus mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional.

BI juga berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan meluncurkan buku dakwah ekonomi syariah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di berbagai lapisan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Alip Fajar mengungkap laporan State of The Global Islamic Economy (SGIE) 2023, dimana Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam Islamic Finance, di bawah Malaysia dan Arab Saudi.

Keunggulan Indonesia tercermin dalam sektor produk halal food, yang menempati posisi kedua berdasarkan nilai ekonomi. Terkait produk halal, negara-negara non-muslim pun mulai melirik sektor ini dan menjadikannya sebagai bisnis yang menjanjikan.

"Selain itu, industri fashion muslim atau Modest Fashion Indonesia juga mengalami pertumbuhan signifikan, menduduki peringkat keenam dunia," ujar Alip Fajar.

Dengan potensi ini, lanjut Alip, diharapkan industri halal di Indonesia dapat menjadi nomor satu dalam mendorong perekonomian nasional.

Terkait dengan potensi tersebut, BI menerapkan tiga strategi dalam mendorong Ekonomi Syariah semakin berkembang lebih pesat.

Pertama meningkatkan Kontribusi Produk Halal, seperti dengan penguatan ekosistem halal food sebagai bagian dari industri makanan halal global.

Pengembangan ekosistem Modest Fashion agar lebih kompetitif di pasar internasional. Mendorong pertumbuhan pariwisata ramah muslim.

Kedua meningkatkan Pembiayaan Syariah dengan jalan mendorong inklusi keuangan berbasis syariah agar lebih mudah diakses oleh masyarakat. Menyediakan instrumen pembiayaan yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.

Ketiga Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah dengan jalan mengedukasi masyarakat mengenai produk-produk halal dan gaya hidup halal. Kemudian meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam sektor ekonomi syariah.

"Sebagai pusat industri halal dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah global," ujarnya.

Dengan sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, ekonomi syariah diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (*)