
Personalisasi Intervensi Sirkadian: Solusi Baru untuk Mengurangi Kelelahan Pasca Terapi Kanker. Credit: Cell Reports Medicine (2025).
Arcasync: Personalisasi Paparan Cahaya untuk Pasien Kanker
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, tim peneliti mengembangkan Arcasync, sebuah aplikasi yang mampu menganalisis pola tidur dan aktivitas fisik pengguna berdasarkan detak jantung dan tingkat aktivitas tubuh. Aplikasi ini kemudian memberikan rekomendasi personal mengenai waktu terbaik untuk mendapatkan paparan cahaya guna meningkatkan energi harian pasien.
Arcasync telah diuji coba pada 138 pasien kanker payudara, prostat, dan leukemia dalam sebuah studi klinis yang berlangsung selama 12 minggu. Peneliti memantau tingkat kelelahan, gangguan tidur, kecemasan, depresi, serta kondisi kesehatan secara umum dari para peserta.
Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan aplikasi ini mengalami peningkatan signifikan dalam kualitas hidup mereka, dengan tingkat kelelahan yang berkurang secara drastis dibandingkan dengan kelompok kontrol (Journal of Clinical Oncology, 2024).
Menurut Dr. Sung Won Choi, profesor bidang Hematologi dan Onkologi Anak di Universitas Michigan, teknologi ini memiliki potensi lebih luas daripada metode tradisional seperti konsumsi obat atau program olahraga. "Kami telah membuktikan bahwa perangkat ini dapat membantu pasien secara efektif dalam mengatur ritme biologis mereka," ujarnya dalam konferensi American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2024.
Arah Penelitian Selanjutnya: Optimalisasi Pengobatan Kanker
Tim peneliti berencana untuk memperluas studi ini dengan melibatkan lebih banyak pasien serta meneliti tingkat kepatuhan mereka terhadap rekomendasi aplikasi terkait paparan cahaya.
Selain itu, Olivia Walsh, CEO Arcascope yang mengembangkan studi ini selama masa studinya di bidang Matematika Terapan di Universitas Michigan, menyatakan bahwa penelitian ini membuka peluang lebih luas dalam dunia medis. "Langkah awal kami adalah mengatasi kelelahan, tetapi kami juga ingin meningkatkan efektivitas obat kanker dan mengurangi efek sampingnya dengan mengatur waktu dosis yang lebih optimal," katanya dalam sebuah wawancara dengan Nature Medicine.
Di masa depan, Arcasync diharapkan dapat membantu pasien menentukan waktu terbaik untuk mengonsumsi obat-obatan atau menerima perawatan, sehingga meningkatkan efektivitas terapi sekaligus mengurangi risiko efek samping. Jika pengembangan ini berhasil, inovasi berbasis ritme biologis ini dapat merevolusi cara perawatan kanker dilakukan, memberikan harapan baru bagi jutaan pasien di seluruh dunia.(*)