Kesehatan
News

Mengapa Kuku Kaki Harus Pendek? Ini Penjelasan Medisnya

KUKU KAKI. Seorang wanita tengah memotong kuku kakinya untuk menjaga kesehatan kaki. (freepick)

UNHAS.TV - Perawatan kaki kerap dipandang sepele. Padahal, bagian tubuh ini menopang hampir seluruh aktivitas manusia setiap hari.

Selain menjaga kebersihan kaki dan menggunakan kaus kaki yang bersih, perawatan kuku kaki menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan.

Kuku kaki yang dibiarkan terlalu panjang bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang rutin mengenakan sepatu dalam waktu lama.

Di Klinik dan Apotek Saoraja Medika, Makassar, sejumlah pasien datang dengan keluhan infeksi kulit di sekitar kuku kaki.

Sebagian besar kasus berawal dari kuku yang panjang, lembap, dan jarang dibersihkan. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak, terlebih saat kaki tertutup rapat di dalam sepatu.

Kuku kaki yang panjang berisiko menjadi tempat menumpuknya kotoran mikroskopis, sel kulit mati, serta mikroorganisme.

Dalam keadaan lembap—akibat keringat atau sepatu yang kurang memiliki sirkulasi udara—jamur dan bakteri lebih mudah berkembang.

Akibatnya, infeksi seperti tinea unguium atau jamur kuku, hingga paronikia atau infeksi di sekitar lipatan kuku, kerap muncul tanpa disadari.

Masalah tidak berhenti di situ. Kuku kaki yang panjang juga berpotensi menekan bagian dalam sepatu saat berjalan.

Tekanan berulang ini dapat menimbulkan rasa nyeri, luka kecil, hingga iritasi di sekitar kuku. Jika luka tersebut terbuka dan terpapar bakteri, infeksi jaringan lunak pun sulit dihindari.

Pada kelompok tertentu, seperti penderita diabetes, luka kecil di kaki bahkan bisa berkembang menjadi komplikasi serius.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Saoraja Medika, dr. Andi Nurhaerani Zainuddin, Sp.D.V.E., mengatakan memotong kuku kaki secara rutin merupakan langkah sederhana namun krusial dalam menjaga kesehatan kaki.

“Pastikan bahwa kuku kaki kita itu selalu dalam kondisi yang pendek, tidak panjang, agar menghindari bakteri-bakteri untuk lebih banyak menempel di kaki,” ujarnya.

Menurut dr. Andi Nurhaerani, kebiasaan memotong kuku kaki sering kali diabaikan karena dianggap tidak mendesak. Padahal, kuku yang terawat dapat mencegah berbagai gangguan kulit dan infeksi.

Ia menekankan bahwa pemotongan kuku sebaiknya dilakukan secara teratur, terutama bagi individu yang aktif bergerak, berolahraga, atau bekerja dengan sepatu tertutup sepanjang hari.

Selain panjang kuku, teknik pemotongan juga menjadi perhatian. Kuku kaki dianjurkan dipotong lurus mengikuti bentuk ujung jari, bukan melengkung ke dalam.

Cara ini bertujuan mencegah terjadinya kuku tumbuh ke dalam (ingrown toenail), kondisi yang sering menyebabkan nyeri hebat dan peradangan. Memotong kuku terlalu pendek hingga melukai kulit juga tidak disarankan karena dapat membuka jalan masuk bagi bakteri.

Artikel kesehatan yang dirilis sejumlah lembaga medis menyebutkan bahwa perawatan kuku kaki merupakan bagian dari pencegahan primer terhadap infeksi kaki.

Kuku yang bersih dan pendek membantu menjaga sirkulasi udara di sekitar jari kaki serta mengurangi gesekan berlebihan dengan sepatu.

Kombinasi perawatan kuku, kebersihan kaki, dan pemilihan sepatu yang sesuai menjadi kunci utama kesehatan kaki.

Dengan perawatan yang tepat, risiko infeksi dan masalah kulit pada kaki dapat diminimalkan. Kesadaran akan pentingnya memotong kuku kaki secara rutin perlu ditanamkan sejak dini.

Bukan semata persoalan estetika, melainkan upaya preventif untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, dimulai dari bagian yang paling sering luput dari perhatian: kaki.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)