MAKASSAR, UNHAS.TV - Daun pepaya (Carica papaya L.) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia, untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.
Meskipun rasanya pahit, daun pepaya kaya senyawa bioaktif seperti papain, flavonoid, alkaloid (seperti carpaine), vitamin C, vitamin E, dan antioksidan lainnya.
Senyawa-senyawa ini memberikan potensi manfaat kesehatan yang didukung oleh penelitian ilmiah, meskipun sebagian besar studi masih pada tahap in vitro (laboratorium), hewan, atau uji klinis kecil. Berikut beberapa manfaat utama yang didukung bukti ilmiah.
1. Meningkatkan Trombosit pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD)
Salah satu manfaat paling populer adalah kemampuannya membantu meningkatkan jumlah trombosit yang sering turun drastis pada penderita DBD. Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dapat mempercepat pemulihan trombosit dan sel darah putih.
- Studi pada pasien dengue menunjukkan peningkatan trombosit dari 55×10³/µL menjadi 168×10³/µL setelah konsumsi ekstrak daun pepaya.
- Uji klinis acak di Indonesia dan Malaysia pada ratusan pasien menemukan bahwa jus atau ekstrak daun pepaya meningkatkan trombosit lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol.
2. Sifat Antioksidan dan Anti-Inflamasi
Daun pepaya mengandung antioksidan tinggi seperti flavonoid dan polifenol yang melawan radikal bebas, mengurangi stres oksidatif, dan peradangan. Ini bermanfaat untuk pencegahan penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.
- Review ilmiah menyebutkan lebih dari 50 senyawa bioaktif di daun pepaya yang berkontribusi pada efek antioksidan dan anti-inflamasi.
- Studi pada hewan menunjukkan ekstrak daun pepaya melindungi sel pankreas dan menurunkan gula darah pada model diabetes.
3. Potensi Antikanker
Ekstrak daun pepaya menunjukkan aktivitas menghambat pertumbuhan sel kanker di laboratorium, termasuk kanker payudara, paru, serviks, dan pankreas, melalui induksi apoptosis (kematian sel terprogram) dan modulasi sistem imun.
- Studi in vitro menemukan efek antitumor dan imunomodulator pada ekstrak daun pepaya.
- Review menyebutkan potensi sinergis dari senyawa seperti carpaine dan flavonoid dalam menghambat proliferasi sel kanker.
4. Manfaat Lainnya
- Pencernaan: Enzim papain membantu mencerna protein dan mengatasi gangguan pencernaan seperti maag atau sembelit.
- Kesehatan Kulit dan Rambut: Antioksidan membantu mengurangi jerawat dan mendukung pertumbuhan rambut, meskipun bukti masih terbatas.
- Antimikroba: Efek antibakteri dan antijamur terlihat di studi laboratorium.
Catatan Penting dan Efek Samping
Meskipun banyak studi menunjukkan manfaat, sebagian besar bukti masih preliminer dan memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia skala besar. Daun pepaya umumnya aman, tapi konsumsi berlebih bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Hindari jika alergi pepaya, hamil, atau menyusui tanpa konsultasi dokter.
Referensi Ilmiah
- Sharma A, et al. (2022). Carica papaya L. Leaves: Deciphering Its Antioxidant Bioactives... Oxidative Medicine and Cellular Longevity. (PMC9203216)
- Ahmad N, et al. (2011). Dengue fever treatment with Carica papaya leaves extracts. Asian Pac J Trop Biomed.
- Otsuki N, et al. (2010). Aqueous extract of Carica papaya leaves exhibits anti-tumor activity... J Ethnopharmacol.
- Gadhiya P, et al. (2021). Therapeutic application of Carica papaya leaf extract... PMC7704890.
- Healthline (2020). 7 Emerging Benefits and Uses of Papaya Leaf.
Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan daun pepaya sebagai pengobatan, terutama untuk kondisi serius seperti DBD atau kanker. Daun pepaya bisa menjadi pendukung alami kesehatan, tapi bukan pengganti terapi medis standar.
Daun pepaya








