Sport

Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions, tetapi Dihantui Cedera dan Laga yang Seret

Arsenal lolos ke babak semifinal Liga Champions dengan susah payah mengalahkan Sporting Lisbon, Kamis (16/4/2026). (The Sun/Reuters)

LONDON, UNHAS.TV - Arsenal melangkah ke babak semifinal Liga Champions 2026 untuk musim kedua secara beruntun, namun tiket itu datang tanpa kilau.

Bermain di Emirates Stadium, Kamis (16/4/2026) dini hari, tim asuhan Mikel Arteta hanya bermain imbang 0-0 dengan tim tamu, Sporting Lisbon.

Laga perempat final leg kedua tersebut berjalan datar, minim peluang, dan lebih banyak menyisakan kekhawatiran ketimbang keyakinan.

Meski imbang, hasil itu cukup untuk mengantar Arsenal ke empat besar. Pembeda dua tim ternyata tetap gol Kai Havertz pada masa injury time di Portugal pada leg pertama pekan lalu.

Keunggulan tipis itu bertahan sampai akhir, sekalipun Arsenal gagal memberi penampilan yang meyakinkan di kandang sendiri.

Arteta sebelumnya meminta para pemain dan suporter menciptakan api semangat di Emirates Stadium. Yang muncul justru pertandingan yang dingin.

Arsenal memulai laga dengan intensitas yang cukup baik pada 10 menit pertama, sesuai tuntutan pelatihnya. Setelah itu, ritme menurun. Serangan mereka tumpul, transisi melambat, dan tekanan ke pertahanan Sporting tak pernah benar-benar berbahaya.

Meski demikian, Arsenal tetap menorehkan catatan penting. Mereka memastikan tempat di semifinal Liga Champions secara beruntun, sebuah capaian yang menguatkan posisi Arteta di tengah kritik terhadap gaya main timnya yang belakangan dianggap kehilangan tenaga.

Arsenal kini juga menjadi satu-satunya wakil Inggris di empat besar dan akan menghadapi Atletico Madrid, lawan yang pernah mereka hajar 4-0 pada fase grup musim ini.

Namun konteks di pertandingan nanti jelas berbeda. Pertarungan semifinal diperkirakan jauh lebih rapat dan lebih berat.

Menjamu Sporting di Emirates, Arsenal justru tampil seperti tim yang kehabisan bensin. Mereka memang terlihat lebih rapi dalam bertahan dibanding saat takluk 1-2 dari Bournemouth di Liga Primer, --hasil yang mengganggu perburuan gelar domestik mereka.

Namun peningkatan di lini belakang tidak diimbangi oleh kreativitas di depan. Kiper Sporting, Rui Silva, praktis tak dipaksa melakukan penyelamatan penting sepanjang pertandingan.

Peluang terbaik tuan rumah datang dari sundulan Leandro Trossard yang menyambut sepak pojok Max Dowman. Bola hanya mengenai sisi luar tiang.

Tak Ada Ancaman Berarti

>> Baca Selanjutnya