Sport

Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions, tetapi Dihantui Cedera dan Laga yang Seret



Cedera Noni Madueke akan membuat para penggemar Arsenal pusing. (The Sun/Reuters)


Selain momen itu, Arsenal nyaris tak memiliki ancaman berarti di sepertiga akhir lapangan. Itu memperpanjang tren penampilan mereka yang menurun.

Dalam lima laga terakhir, Arsenal belum benar-benar tampil meyakinkan sejak menang 2-0 atas Bayer Leverkusen, pertandingan terakhir ketika mereka terlihat matang dan terkontrol.

Sporting pun sebenarnya tidak tampil jauh lebih tajam. Penyerang andalan mereka, Viktor Gyokeres, gagal memberi dampak besar saat menghadapi bekas klubnya. Ia hanya bertahan 56 menit di lapangan sebelum ditarik keluar.

Sepanjang penampilannya, striker asal Swedia itu hanya mencatat 14 sentuhan, membuat sembilan umpan dengan lima yang akurat, dan dua tembakannya gagal mengarah ke gawang. Statistik itu menggambarkan betapa tumpulnya lini serang Sporting.

Namun Arsenal sempat memberi ruang kepada lawan. Menjelang akhir babak pertama, David Raya kembali membuat distribusi yang buruk. Umpannya salah arah dan jatuh ke kaki Pedro Goncalves.

Beruntung bagi Arsenal, gelandang Sporting itu gagal mengontrol bola dengan baik. Tidak lama kemudian, pertahanan tuan rumah kembali lengah.

Geny Catamo melepaskan tendangan voli yang memantul dari tiang, sementara Raya sudah tak mampu menjangkau. Itu menjadi peringatan bahwa Arsenal belum benar-benar aman.

Pada babak kedua, Maxi Araujo juga sempat memperoleh peluang cukup baik, tetapi tembakannya melintas tipis di depan gawang. Sporting sempat menuntut penalti setelah Araujo jatuh usai kontak ringan dengan Cristhian Mosquera.

Namun protes itu tak mengubah keputusan. Arsenal tetap bertahan, dan Sporting gagal membangun tekanan konsisten pada fase akhir pertandingan.

Arteta mulai mengubah komposisi saat laga masih buntu. Havertz masuk menggantikan Gyokeres. Tak lama kemudian, Dowman menggantikan Noni Madueke yang mengalami benturan pada lutut. Cedera ini menambah daftar masalah Arsenal.

Madueke kembali ditarik keluar karena persoalan pada sendi lutut, untuk kedua kalinya dalam sebulan terakhir sejak meninggalkan Wembley dengan pelindung lutut seusai laga uji coba Inggris kontra Uruguay.

Kekhawatiran lain datang dari Declan Rice. Gelandang itu lolos tes kebugaran pada menit-menit terakhir setelah tidak berlatih sehari sebelumnya. Namun kondisinya terlihat belum pulih benar.

Ia tampil di bawah standar dan tak memberi pengaruh sebesar biasanya di lini tengah. Situasi ini menjadi sorotan karena Arsenal akan menghadapi Manchester City di Liga Primer pada Ahad nanti, pertandingan yang bisa ikut menentukan nasib mereka dalam persaingan gelar.

Di tribun North Bank, sebuah tifo besar bergambar selebrasi teropong Leandro Trossard dibentangkan sebelum kick-off. Tulisan di bawahnya berbunyi: “history in our sights”. Sejarah itu memang masih dalam jangkauan Arsenal. Mereka sudah sampai di semifinal.

Tetapi performa di Emirates menunjukkan satu hal yang tak bisa diabaikan: jika ingin melangkah lebih jauh, Arsenal harus segera menemukan kembali energi, ketajaman, dan kebugaran pemain-pemain kuncinya. Tanpa itu, semifinal bisa menjadi batas, bukan batu loncatan. (*)