Sport
Terkini

Tuchel Pilih Hotel Bergaya Cottage untuk Markas Inggris di Piala Dunia 2026

MARKAS - Timnas Inggris akan menginap di The Inn at Meadowbrook di Kansas. Penginapan ini digambarkan sebagai hotel butik bergaya Inggris. (The Sun/EPA)

LONDON, UNHAS.TV - Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, memilih pendekatan yang tak lazim untuk tim asuhannya selama Piala Dunia 2026 mendatang.

Alih-alih memindahkan tim dari satu kota ke kota lain mengikuti jadwal pertandingan, ia justru ingin skuad The Three Lions memiliki “rumah” tetap selama turnamen.

Pilihannya jatuh pada sebuah hotel butik bergaya cottage Inggris di pinggiran Kansas City, Amerika Serikat.

Hotel itu adalah The Inn at Meadowbrook, yang terletak di Prairie Village. Properti berkapasitas 54 kamar tersebut disebut-sebut menawarkan suasana intim, tertutup, dan jauh dari kesan hotel raksasa yang lazim dipakai tim nasional dalam turnamen besar.

Bagi Tuchel, suasana semacam itu penting untuk menjaga ritme, kenyamanan, dan fokus pemain sepanjang kompetisi.

“Itu pilihan kami: punya rumah, punya basis, punya tempat tidur yang sama untuk tidur, tempat tidur dengan kasur yang baik, hotel yang privat, hotel kecil, bukan hotel 400, 500, atau 800 kamar,” kata Tuchel.

Ia menilai hotel berukuran besar justru membuat interaksi tim menjadi renggang dan atmosfer internal sulit dibangun.



MARKAS - Timnas Inggris akan menginap di The Inn at Meadowbrook di Kansas. Penginapan ini digambarkan sebagai hotel butik bergaya Inggris. (The Sun/EPA)


Menurut dia, detail kecil ikut menentukan kualitas pemusatan latihan. Salah satunya adalah ventilasi alami. Tuchel mengeluhkan banyak hotel di Amerika Serikat terlalu mengandalkan pendingin udara dan jendela yang tak bisa dibuka.

Karena itu, salah satu alasan utama memilih hotel tersebut adalah faktor kenyamanan yang lebih dekat dengan kebiasaan hidup sehari-hari pemain.

“Kami memilih hotel yang jendelanya bisa dibuka. Kami memilih tempat yang kecil dan akrab. Sekali kami terbiasa dengan tempat itu, rasanya masuk akal untuk kembali ke sana,” ujarnya.

Keputusan ini sedikit berbeda dari dorongan FIFA, yang sebelumnya berharap tim-tim peserta mengurangi jejak karbon dengan tidak menetapkan basis permanen dan hanya berpindah sesuai lokasi laga.

Diikuti Argentina dan Belanda

Namun Inggris bukan satu-satunya yang mengambil jalur berbeda. Argentina dan Belanda juga dilaporkan memilih menetap di kawasan Kansas selama turnamen.

Federasi Sepak Bola Inggris atau FA bahkan sedang menyiapkan fasilitas tambahan di sekitar hotel. Salah satu rencananya adalah membangun lapangan basket di area penginapan untuk kebutuhan pemulihan dan rekreasi pemain.

Selain itu, FA juga berupaya mengamankan akses ke kolam renang di Kansas. Di sekitar lokasi hotel, tersedia pula sejumlah lapangan golf yang bisa dimanfaatkan skuad selama jeda latihan.



Venue pertandingan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. (The Sun)


Dari sisi logistik, pilihan itu tetap dianggap masuk akal. Meski Piala Dunia mulai bergulir pada 11 Juni 2026, Inggris baru memainkan laga pertama enam hari kemudian melawan Kroasia di Dallas.

Perjalanan dari basis mereka ke kota itu relatif singkat, sekitar 460 mil dengan penerbangan pendek. Setelah itu, Inggris dijadwalkan menghadapi Ghana di Boston pada 23 Juni dan Panama di New York pada 27 Juni.

Bila lolos ke fase gugur, rute perjalanan Inggris bisa menjadi lebih panjang. Posisi akhir di klasemen grup akan menentukan apakah mereka harus terbang ke Mexico City atau Toronto.

Meski begitu, Tuchel mengisyaratkan sebisa mungkin timnya akan terus kembali ke Kansas, alih-alih langsung berpindah ke kota berikutnya seusai laga.

“Mungkin judul besarnya adalah: kami berusaha sesering mungkin berada di Kansas,” kata mantan pelatih Dortmund, Chelsea dan Bayern Muenchen itu.

Tuchel juga mengklaim mendapat respons positif dari pemain. Menurut dia, para pemain menyukai fakta bahwa Inggris memulai turnamen agak belakangan.



Para pemain Inggris akan tetap berada di sana selama turnamen Piala Dunia berlangsung. (The Sun/PA)


Dengan demikian, fase kompetisi terasa lebih padat dan intens, tanpa banyak waktu kosong yang berpotensi menimbulkan kejenuhan.

Sebagai bagian dari persiapan, sebagian pemain Inggris dijadwalkan melapor ke St George’s Park untuk memulai latihan menjelang dua laga uji coba melawan Uruguay dan Jepang.

Setelah itu, Inggris akan terbang ke Florida pada 1 Juni untuk menjalani kamp prapertandingan, yang juga mencakup uji coba kontra Selandia Baru dan Kosta Rika.

Selanjutnya, pada 12 Juni, skuad akan bergerak ke kawasan Kansas City dan berlatih di Swope Soccer Village, fasilitas milik klub MLS, Sporting Kansas City.

Adapun untuk laga persahabatan terdekat melawan Uruguay, 11 pemain utama—termasuk Harry Kane, Bukayo Saka, dan Declan Rice—diberi waktu istirahat tambahan dan baru bergabung setelah pertandingan itu.

Dengan semua pengaturan tersebut, Inggris tampak ingin datang ke Piala Dunia bukan hanya dengan skuad kuat, melainkan juga dengan lingkungan yang dirancang menyerupai rumah sendiri. Bagi Tuchel, stabilitas mungkin sama pentingnya dengan taktik. (*)