MAKASSAR, UNHAS.TV – Proses penentuan Direktur Utama PT Hadin Metavisi Akademika (Hadin), holding company milik Universitas Hasanuddin, memasuki tahap akhir.
Setelah melalui rangkaian seleksi yang berlangsung selama lebih dari satu bulan, tiga kandidat terbaik kini menunggu keputusan pemegang saham sebelum ditetapkan secara resmi melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Ketua Tim Penyusunan Road Map dan Seleksi Direksi Hadin, Dr. Eka Sastra, menjelaskan bahwa nama calon Direktur Utama yang telah direkomendasikan akan dibahas lebih lanjut oleh Rektor Universitas Hasanuddin bersama Ketua Tim Penasihat Hadin, Arsjad Rasjid dan Tony Wenas.
“Kami sudah menyelesaikan seluruh proses seleksi dan menghasilkan kandidat terbaik. Tahap berikutnya adalah pembahasan di tingkat pemegang saham. Rektor bersama Ketua Tim Penasihat, Pak Arsjad Rasjid dan Pak Tony Wenas, akan mendiskusikan secara mendalam calon yang telah direkomendasikan sebelum keputusan akhir ditetapkan,” kata Eka Sastra.
Keterlibatan Arsjad Rasjid dan Tony Wenas dinilai menjadi bagian penting dalam proses transisi kepemimpinan Hadin. Keduanya dikenal sebagai figur berpengalaman di dunia korporasi nasional.
Arsjad Rasjid merupakan pengusaha nasional, pemilik Indika Group, yang pernah menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, sementara Tony Wenas dikenal sebagai Dirut PT Freeport Indonesia, salah satu pemimpin korporasi nasional yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan perusahaan berskala besar.
Menurut Eka, kehadiran kedua tokoh tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif industri dan bisnis dalam proses pemilihan pemimpin holding company Universitas Hasanuddin.
“Tujuan utama kami adalah memastikan Hadin dipimpin oleh figur yang tidak hanya memahami tata kelola perusahaan, tetapi juga memiliki kemampuan membangun bisnis yang berkelanjutan dan mampu menghubungkan potensi universitas dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Proses seleksi Direktur Utama Hadin sendiri dimulai sejak akhir April 2026. Tim seleksi dibentuk melalui keputusan Rektor Universitas Hasanuddin pada 29 April 2026. Setelah itu, pendaftaran dibuka dan berhasil menarik minat para profesional dari berbagai latar belakang.
Sebanyak 11 pelamar mengikuti proses seleksi. Setelah tahapan verifikasi administrasi, para kandidat menjalani asesmen psikologi pada 3–4 Juni 2026, presentasi visi dan misi pada 8 Juni 2026 di Studio Maradeka Unhas TV, serta wawancara mendalam pada 9–10 Juni 2026 di Unhas Hotel and Convention.
Seluruh tahapan seleksi ditutup dengan rapat pleno penetapan pada 11 Juni 2026 yang menghasilkan tiga kandidat terbaik.
Eka Sastra menjelaskan bahwa setelah keputusan pemegang saham ditetapkan, proses akan berlanjut sesuai mekanisme korporasi yang berlaku. Tahapan berikutnya adalah penyelenggaraan RUPS untuk memberhentikan direktur lama secara resmi dan mengangkat Direktur Utama baru.
Dalam mekanisme tersebut, RUPS menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi di perusahaan.
Setelah pengangkatan dilakukan, proses transisi akan dilanjutkan dengan pengesahan legal melalui notaris dan Kementerian Hukum, serah terima jabatan, pengalihan dokumen strategis, pembaruan administrasi perusahaan, hingga komunikasi kepada seluruh pemangku kepentingan perusahaan.
Di sisi lain, penyusunan road map Hadin juga terus berjalan. Eka Sastra menyebut dokumen tersebut saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat sebelum diserahkan kepada Rektor Universitas Hasanuddin untuk ditetapkan.
“Road map menjadi fondasi penting bagi pengembangan Hadin ke depan. Setelah Direktur Utama ditetapkan, kami akan melanjutkan pembentukan formasi Board of Directors (BOD) lainnya agar holding company ini dapat segera bekerja sesuai arah strategis yang telah disusun,” katanya.
Universitas Hasanuddin berharap proses seleksi dan transisi kepemimpinan tersebut dapat menghasilkan struktur manajemen yang kuat sehingga Hadin mampu menjadi instrumen strategis dalam pengelolaan aset, pengembangan portofolio bisnis, hilirisasi inovasi, dan penguatan kemandirian ekonomi universitas di masa mendatang.
Ilustrasi: Tony Wenas, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa, dan Arsjad Rasjid








