Nasional
Polhum

ASEAN Centrality Tergerus, Indonesia Dorong Stabilitas Kawasan Hadapi Rivalitas AS-China

Dr Rizal Sukma - Dubes RI untuk Britania Raya, Irlandia, dan IMO 2016-2020. (Unhas TV/Andrea Karina)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Posisi ASEAN sebagai penyeimbang kawasan kembali dipertanyakan di tengah meningkatnya rivalitas Amerika Serikat dan China.

Isu ini menjadi fokus kuliah tamu bertajuk “ASEAN, Rivalitas AS–China dan Regional Order di Asia Timur” yang diselenggarakan CSIS Indonesia bekerja sama dengan Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin, Selasa, 19 Mei 2026, di Gedung LPPM Unhas.

Kegiatan ini bertujuan membahas dinamika geopolitik kawasan, terutama peran ASEAN menghadapi eskalasi persaingan dua kekuatan besar dunia.

Kuliah tamu ini dihadiri mahasiswa dari berbagai jurusan, termasuk Ilmu Hubungan Internasional, Pemerintahan, dan Politik, serta dosen FISIP Unhas, dengan peserta mendapatkan pemahaman langsung tentang isu strategis regional dan global.

Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional Unhas, Prof Dr Seniwati, dalam sambutannya berharap kuliah tamu ini dapat memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai krisis internasional dan perkembangan kebijakan global.

Sementara itu, Ketua Departemen Hubungan Internasional CSIS Indonesia, Dr Lina Alexandra, menyampaikan kehadiran mereka di Unhas bertujuan membagikan hasil riset terkait strategi Indonesia dalam merumuskan kebijakan luar negeri di tengah dinamika global, sekaligus menyerap pandangan pemangku kepentingan di daerah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Unhas, Prof Dr Phil Sukri MSi yang menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi untuk memperkaya proses pembelajaran di kampus.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun praktisi yang juga masuk ke kelas, serta menjaga agar pengajaran dan kerja sama akademik lebih berkembang. Isu yang dibahas juga penting agar kita selalu up-to-date dengan kondisi global saat ini,” ujarnya.

Kuliah tamu dimoderatori Nur Isdah Idris PhD ini menghadirkan Dr Rizal Sukma, mantan Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya, Irlandia, dan International Maritime Organization (IMO), sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Rizal Sukma menyoroti capaian ASEAN sekaligus tantangan yang dihadapi di tengah meningkatnya persaingan AS–China.

Ia menekankan pentingnya strategi agar ASEAN tetap menjamin stabilitas kawasan dan fokus pada kerja sama ekonomi untuk kesejahteraan negara-negara anggotanya.

“Saya kira penting memahami capaian ASEAN serta langkah-langkah yang sedang diambil untuk memperkuat perannya menghadapi persaingan AS dan China," ujarnya.

"ASEAN harus tetap bisa memastikan kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur sebagai ruang kerja sama ekonomi. Ini tantangan yang harus dihadapi, tidak hanya oleh kawasan, tetapi juga Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN,” kata Rizal Sukma.

Dalam kesempatan ini, dilakukan juga penandatanganan MoU antara CSIS dan Departemen Ilmu Hubungan Internasional Unhas sebagai langkah memperkuat kerja sama riset dan pendidikan.

Kuliah tamu ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, yang didominasi mahasiswa dan dosen, sebagai upaya memperdalam pemahaman terhadap dinamika politik global yang terus berkembang.

Kegiatan ini memberikan wawasan praktis dan akademik mengenai peran Indonesia di ASEAN dan tantangan menjaga centrality kawasan di tengah tekanan rivalitas kekuatan besar, sekaligus mendorong mahasiswa untuk terus mengkaji isu politik luar negeri secara kritis dan strategis.

(Andrea Karina / Unhas TV)