UNHAS.TV - Sebanyak 32 murid dan satu guru tewas serta lebih dari 50 orang terluka parah setelah atap sekolah rubuh pada Kamis pagi waktu setempat. Kejadian yang terjadi di Sekolah Swasta Al Khair, Lahore, Pakistan, itu menjadi perhatian nasional.
Seorang anggota penyelamat, Bilal Ahmed, menyebutkan, atap rubuh setelah hujan deras terus mengguyur pada malam sebelumnya. Diduga tekanan air hujan itu membuat konstruksi atap sekolah menjadi lemah dan rubuh.
Semua murid yang menjadi korban merupakan anak-anak yang berusia antara enam hingga 14 tahun dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Lady Reading di wilayah Peshawar. Adapun satu guru perempuan berusia 25 tahun langsung ditangani pihak pencarian korban.
Saat kejadian terjadi, warga sekitar sekolah yang menjadi petugas penyemalatan sebelum tim penyelamatan dari pihak pemerintah datang. Saat itu, murid-murid sudah terperangkap di bawah reruntuhan. Banyak di antara mereka mengalami luka patah.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyebut kecelakaan itu sebagai tragedi memilukan dan meminta pihak keamanan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Seluruh bangsa ini turut berduka atas kejadian yang menimpa murid-murid dan guru serta para keluarganya yang bersedih," ucap presiden melalui akun X.
Polisi telah menahan pemilik dan pengelola sekolah untuk dimintai keterangan. Kejadian atap runtuh adalah persitiwa yang sering terjadi di Pakistan akibat lemahnya pengawasan konstruksi bangunan.(*)
RUBUH - Atap sekolah di Pakistan, rubuh. Foto: tangkapan layar akun @SajjadTarakzai
@SajjadTarakza

 Charles Simabura-300x169.webp)






