
Atlet Shin Ohashi dari Jepang berpose di podium setelah final nomor 200 meter gaya dada putra dan merebut emas di Asian Games 2026. (Screenshot The Sun)
Bertanding di hadapan pendukung Jepang, Shin Ohashi menciptakan momen bersejarah. Perenang 17 tahun itu menjadi manusia pertama yang turun di bawah catatan 2 menit 5 detik pada nomor 200 meter gaya dada putra.
Ohashi mencatat waktu 2 menit 4,83 detik yang sekaligus memecahkan rekor dunia. Medali emas tersebut melengkapi prestasinya setelah sebelumnya meraih emas nomor 100 meter gaya dada bersama perenang Cina, Dong Zhihao.
Ia juga membawa pulang perunggu nomor 50 meter gaya dada serta perak dari estafet gaya ganti campuran dan putra.
Penampilan Ohashi mendapat perhatian dari juara Olimpiade asal Prancis, Leon Marchand, yang menyebutnya sebagai calon lawan menakutkan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Yan Ziyi, 18 Tahun
Dunia atletik Asia memiliki bintang baru dari nomor lempar lembing. Yan Ziyi datang ke Asian Games sebagai pemegang peringkat satu dunia dan pemegang rekor Asia.
Pada debutnya, atlet Cina itu langsung menghasilkan lemparan emas. Lemparan pertamanya sejauh 70,46 meter cukup untuk memenangkan medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games.
Catatan tersebut menjadi lemparan terbaik keenam sepanjang sejarah nomor tersebut. Yan bahkan semakin dekat dengan rekor dunia 72,28 meter milik Barbora Spotakova yang dibuat pada 2008.
Sebelumnya, Yan mencatat lemparan terbaik dunia musim ini sejauh 71,74 meter pada Mei 2026.
Chen Yujie, 17 Tahun
Chen Yujie memperkenalkan dirinya sebagai kekuatan baru nomor sprint Asia. Atlet Cina berusia 17 tahun itu merebut emas nomor 100 meter putri dengan rekor Asian Games.
Kemenangannya menjadi tanda munculnya generasi baru pelari cepat Asia.
Ketika ditanya mengenai target kecepatan berikutnya, Chen menjawab singkat: “Saya tidak memiliki batas.”
Selain emas 100 meter, ia juga meraih perak nomor 200 meter serta emas bersama tim Cina pada estafet 4x100 meter putri dan campuran.
Taiju Goto, 17 Tahun
Taiju Goto memang gagal membawa pulang emas nomor 400 meter gawang putra. Namun, catatan waktunya tetap menjadi perhatian.
Dengan waktu 47,93 detik, Goto mencatat rekor dunia kategori usia di bawah 18 tahun dan rekor Asia U-20. Ia juga mencatat rekor pribadi terbaik.
Musim ini, atlet Jepang tersebut telah delapan kali mencatat waktu di bawah 50 detik, sebuah pencapaian luar biasa untuk atlet berusia 17 tahun.
Kumkum Mohod, 17 Tahun
Kumkum Mohod menciptakan sejarah bagi India setelah menjadi atlet pertama negaranya yang meraih emas individu recurve putri pada Asian Games.
Tidak sekadar beruntung, Mohod melewati lawan berat. Ia mengalahkan juara dunia sekaligus peraih medali Olimpiade asal Korea Selatan, Kang Chaeyoung, pada perempat final.
Di final, ia tampil dominan menghadapi atlet Cina Zhu Jingyi.
“Saya selalu membayangkan momen ini sejak masuk tim nasional. Saya membayangkan menembak tepat sasaran, dan itu benar-benar terjadi,” ujarnya.
Anahat Singh, 18 Tahun
>> Baca Selanjutnya






