Sosial
Sport

Demam Piala Dunia, Warga Makassar Rela Begadang demi Tim Favorit

Semuel, warga Makassar penikmat Piala Dunia. (Unhas TV / Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV — Demam Piala Dunia 2026 semakin terasa saat turnamen sepak bola terbesar dunia itu memasuki babak delapan besar. Di Kota Makassar, antusiasme pencinta sepak bola tidak surut meski sebagian pertandingan berlangsung pada dini hari waktu Indonesia.

Para penggemar tetap menunggu laga tim favorit mereka. Bukan hanya remaja, euforia itu juga dirasakan orang dewasa hingga para bapak yang harus kembali bekerja pada pagi harinya. Bagi mereka, Piala Dunia adalah tontonan istimewa yang hanya datang empat tahun sekali.

Memasuki fase delapan besar, persaingan antarnegara kian ketat. Pertandingan yang mempertemukan tim-tim terbaik dunia menjadi tontonan yang dinantikan. Situasi ini membuat banyak warga rela mengurangi waktu tidur demi mengikuti jalannya laga.

Salah satunya Semuel, warga Makassar yang telah lama mengikuti Piala Dunia. Ia mengaku tidak menonton semua pertandingan. Semuel memilih laga yang melibatkan tim atau pemain favoritnya agar tidak terlalu mengganggu waktu istirahat.

“Kalau saya sih cuma sesuaikan saja, mana yang favorit saya, itu yang saya nonton. Kalau tidak, tidak juga,” kata Semuel, Rabu (8/7/2026).

Meski begitu, kebiasaan begadang tetap memberi dampak. Semuel mengakui rasa kantuk kadang terbawa hingga ke tempat kerja. Kondisi itu bisa membuat aktivitasnya tidak berjalan maksimal.

“Kadang juga kalau sampai di kantor ya ngantuk, kadang baring-baring. Pekerjaan kadang terhalang karena Piala Dunia ini,” ujarnya.

Namun, bagi Semuel, pengorbanan itu masih dalam batas wajar. Ia menyebut Piala Dunia memiliki daya tarik berbeda karena hanya digelar empat tahun sekali.

Karena itu, momen tersebut terasa sayang untuk dilewatkan, terutama ketika tim atau pemain idolanya bertanding. “Piala Dunia ini kan cuma empat tahunan. Jadi cuma empat tahun baru bisa kita nonton lagi,” kata dia.

Semuel menjagokan Lionel Messi sebagai pemain favoritnya. Ia berharap Messi kembali mengangkat trofi Piala Dunia 2026 dan menjadi salah satu kandidat peraih Sepatu Emas. Harapan itu membuatnya semakin bersemangat mengikuti pertandingan yang melibatkan sang bintang.

Meski antusias, Semuel menegaskan pekerjaan dan keluarga tetap menjadi prioritas utama. Ia tidak ingin hobi menonton bola mengorbankan tanggung jawabnya sebagai pekerja.

“Kadang kita tidak nonton. Untuk apa juga mau dikorbankan pekerjaan, karena pekerjaan itu paling utama untuk keluarga,” ucapnya.

Ia juga memahami bahwa setiap orang memiliki pilihan berbeda dalam menyikapi euforia Piala Dunia. Ada yang memilih tetap fokus bekerja, ada pula yang rela begadang demi menyaksikan pertandingan.

Fenomena ini menunjukkan Piala Dunia masih menjadi magnet kuat bagi masyarakat. Di tengah tuntutan pekerjaan dan keluarga, warga tetap berusaha menikmati pertandingan dengan cara masing-masing. Dan saat ini masuk babak 8 besar Piala Dunia 2026.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)