Sport

Atlet Remaja Kuasai Panggung Asian Games 2026, Dari Kolam Renang hingga Arena Digital

Atlet Ku Yong-yan asal Taiwan yang baru berusia 12 tahun beraksi dalam final nomor park putra skateboard dan merebut emas di Asian Games 2026. (Screenshot The Sun)

NAGOYA, UNHAS.TV - Asian Games 2026 yang dilangsungkan di Aichi Nagoya, Jepang, kembali melahirkan generasi baru olahraga Asia.

Di tengah persaingan atlet senior yang telah berpengalaman di berbagai ajang internasional, sejumlah atlet remaja justru tampil sebagai pusat perhatian dengan torehan medali emas, rekor baru, dan penampilan yang mengubah peta persaingan di cabang masing-masing.

Mereka datang bukan sebagai pelengkap kontingen. Para atlet belia itu tampil dengan ketenangan yang tidak kalah dari pesaing yang lebih tua.

Sebagian masih berstatus pelajar, tetapi mampu menghadapi tekanan panggung olahraga terbesar di Asia dengan catatan prestasi yang mengesankan.

Dari usia 11 tahun hingga 19 tahun, para atlet muda ini mencatat sejarah. Perenang Cina Zhang Zhanshuo menjadi pengumpul emas terbanyak pada edisi kali ini dengan tujuh medali emas.

Sementara rekan senegaranya, Yu Zidi, mencuri perhatian setelah meraih tiga emas dan memecahkan sejumlah rekor Asian Games.

Berikut sejumlah atlet remaja yang meninggalkan jejak besar di Asian Games.

Yu Zidi, 13 Tahun 

Nama Yu Zidi langsung menjadi sorotan setelah debutnya di Asian Games berakhir dengan kisah seperti dongeng.

Atlet renang Cina berusia 13 tahun itu meraih tiga medali emas sekaligus dinobatkan sebagai atlet putri paling bernilai atau Most Valuable Player (MVP).

Yu memenangkan nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, 200 meter gaya ganti individu, serta 400 meter gaya ganti individu. Dalam tiga nomor tersebut, ia juga mencatat tiga rekor Asian Games.

Catatan waktunya pada nomor 200 meter gaya ganti individu, yakni 2 menit 6,10 detik, bahkan menjadi rekor dunia junior dan waktu tercepat kedua sepanjang sejarah nomor tersebut.

Meski mendapat banyak pujian sebagai atlet berbakat luar biasa, Yu memilih merendah. Ia mengatakan dirinya bukan seperti gambaran “atlet ajaib” yang sering disematkan kepadanya.

“Saya akan terus berlatih keras, mendorong diri sendiri, dan bekerja bersama atlet muda di Asia untuk menginspirasi lebih banyak orang mencintai olahraga,” ujarnya.

Zhang Zhanshuo, 19 Tahun

Jika Yu menjadi kejutan terbesar, Zhang Zhanshuo menjadi simbol dominasi Cina di kolam renang. Peraih tujuh medali emas itu menjadi atlet dengan koleksi emas terbanyak pada Asian Games kali ini.

Setelah memastikan kemenangan pada nomor 400 meter gaya bebas, Zhang mengangkat tujuh jarinya sebagai tanda jumlah emas yang telah diraih. Koleksinya bahkan melampaui jumlah medali emas yang dikumpulkan 27 dari 45 negara peserta.

Atlet berusia 19 tahun itu mencatat rekor Asian Games pada nomor 400 dan 800 meter gaya bebas. Ia juga memecahkan rekor Asia pada nomor 200 meter gaya bebas.

Kontribusinya semakin besar ketika membantu Cina memenangkan nomor estafet 4x100 meter dan 4x200 meter gaya bebas putra dengan rekor Asian Games.

Namun, Zhang menilai Asian Games bukan tujuan akhirnya. Target terbesar masih tertuju pada Olimpiade.

“Asian Games bukan tujuan akhir. Saya masih membidik Olimpiade dan ingin bersaing dengan yang terbaik,” katanya.

Shin Ohashi, 17 Tahun 

>> Baca Selanjutnya