Sport

Awalnya Diragukan, Saka Antar Arsenal ke Final Liga Champions Pertama dalam 20 Tahun

Bukayo Saka bawa Arsenal ke final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir. (The Sun)

LONDON, UNHAS.TV - Keraguan yang sempat menyelimuti Stadion Emirates akhirnya sirna. Arsenal memastikan tempat di final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, Rabu (6/5/2026) dini hari.

The Gunners setelah menyingkirkan Atletico Madrid lewat kemenangan tipis 1-0 yang ditentukan oleh gol Bukayo Saka menjelang turun minum.

Gol Saka pada akhir babak pertama cukup untuk membawa The Gunners melangkah ke partai puncak. Namun kemenangan itu tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian sederhana sang penyerang Inggris.

Arsenal juga berutang besar kepada Gabriel Magalhaes, yang melakukan penyelamatan defensif luar biasa ketika Giuliano Simeone hampir menyamakan kedudukan pada awal babak kedua.

Malam itu, Emirates berubah menjadi panggung keyakinan baru. Beberapa pekan sebelumnya, stadion yang sama sempat menjadi tempat kecemasan kolektif pendukung Arsenal.

Mereka khawatir musim yang menjanjikan akan berubah menjadi kekecewaan. Namun kini suasananya berbeda. Tribun bergemuruh, para pemain tampil dengan keberanian, dan tim asuhan Mikel Arteta terlihat semakin percaya bahwa musim ini bisa berakhir dengan kejayaan besar.

Arsenal kini berdiri di ambang sejarah. Empat pertandingan tersisa memisahkan mereka dari kemungkinan meraih musim terbaik dalam sejarah panjang klub.

Selain memburu gelar domestik setelah Manchester City terpeleset di markas Everton, mereka juga tinggal selangkah dari trofi Eropa paling bergengsi.

Di final yang akan digelar di Budapest, Arsenal masih harus menunggu lawan. Bayern Muenchen yang diperkuat Harry Kane atau Paris Saint-Germain dengan deretan pemain berbakat, termasuk Khvicha Kvaratskhelia, bisa menjadi ujian berat.

Namun setelah menyingkirkan Atletico, ada perasaan bahwa Arsenal sedang berjalan bersama momentum dan nasib baik.



Para penggemar Arsenal memberikan sambutan yang meriah kepada bus tim. (The Sun)


Arteta turut mengambil keputusan berani dalam laga ini. Ia menurunkan Myles Lewis-Skelly di lini tengah, sebuah pilihan yang tidak sepenuhnya diduga.

Pemain muda itu selama musim ini lebih sering menjadi pelapis dan bahkan disebut-sebut berpeluang dipinjamkan musim depan.

Menempatkannya dalam laga sebesar semifinal Liga Champions terasa seperti perjudian. Apalagi lawan yang dihadapi adalah Atletico asuhan Diego Simeone, tim yang dikenal keras, disiplin, dan mampu menyeret pertandingan ke dalam duel fisik melelahkan.

Lewis-Skelly sempat membuat kesalahan ketika kehilangan bola 15 yard dari kotak penalti sendiri setelah ditekan Marcos Llorente. Namun kesalahan itu tidak merusak penampilannya. Sebaliknya, malam tersebut menjadi panggung kedewasaan bagi pemain muda Arsenal itu.

Di sekelilingnya, Declan Rice tampil dominan. Gelandang Inggris tersebut menjadi sumber tenaga dan ketenangan di lini tengah.

Pergerakannya yang agresif memberi Arsenal dorongan ketika permainan mereka sempat tersendat. Viktor Gyokeres juga bekerja keras di lini depan, terus mencari ruang dan menekan pertahanan Atletico.

Tekanan Banyak dari Tim Tamu

>> Baca Selanjutnya