NAERBO, UNHAS.TV - Kunjungan singkat Erling Haaland ke sebuah kafe keluarga di kampung halamannya, Norwegia, berujung pada fenomena tak terduga.
Penyerang Manchester City itu memicu demam kuliner setelah menyantap dua porsi besar bakso daging di Kafé Jaerbuen, sebuah kedai kecil di Naerbo.
Sejak saat itu, penjualan bakso di Kafé Jaerbuen tersebut melonjak drastis, mencapai 30 kilogram daging per hari.
Peristiwa itu terjadi secara spontan pada suatu Minggu. Haaland, 25 tahun, datang tanpa pemberitahuan ke kafe yang dikelola keluarga tersebut. Kehadirannya sempat mengejutkan pemilik dan pengunjung.
Tubuhnya yang menjulang setinggi 196 sentimeter langsung menarik perhatian, terlebih ketika ia memesan dua porsi penuh menu andalan kafe itu: sepiring besar bakso daging dengan porsi yang dikenal melimpah.
“Kami memang biasa menyajikan porsi besar, tapi dia menghabiskannya dengan mudah,” kata Jette Bjorland, pemilik Kafé Jaerbuen. “Dia pria besar dan jelas membutuhkan banyak makanan.”
Kafe itu kemudian mengunggah cerita kunjungan Haaland di media sosial. Unggahan tersebut menyebar cepat dan memantik rasa penasaran publik.
Dalam hitungan hari, penggemar Haaland dan wisatawan lokal berdatangan, meminta menu yang kini dikenal sebagai “The Haaland Meatballs”.
“Penjualan langsung meledak,” ujar Jette. “Kami menggoreng hingga 30 kilogram bakso setiap hari. Semuanya habis. Sekarang bakso ini seperti punya merek sendiri.”
Fenomena ini menunjukkan bagaimana figur pesepak bola kelas dunia dapat memberi dampak ekonomi instan, bahkan di tingkat usaha mikro.
Kafé Jaerbuen, yang sebelumnya melayani pelanggan lokal dengan ritme biasa, kini harus menyesuaikan kapasitas produksi dan pelayanan akibat lonjakan pengunjung.
Haaland sendiri dikenal memiliki ketertarikan khusus pada dunia kuliner. Tahun lalu, ia meluncurkan kanal YouTube bertema makanan, memperlihatkan kebiasaan makannya yang sering kali tak lazim bagi publik.
Tubuh atletis dan produktivitasnya di lapangan kerap dikaitkan dengan pola makan berkalori tinggi yang ia jalani.
Namun kunjungan Haaland ke Norwegia kali ini tak sepenuhnya diwarnai cerita manis. Pekan lalu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung Manchester City setelah timnya menelan kekalahan memalukan di Liga Champions dari klub Norwegia, Bodo/Glimt.
Dalam laga itu, Haaland tampil di bawah performa terbaiknya, dan City terancam gagal lolos otomatis ke fase berikutnya. Tapi City masih punya satu laga penentuan.
Meski demikian, di luar lapangan, dampak kehadiran Haaland justru terasa nyata. Dari dua piring bakso di sebuah kafe kecil, lahir cerita tentang ketenaran, ekonomi lokal, dan bagaimana sepak bola bisa memengaruhi hal-hal paling sederhana dalam kehidupan sehari-hari. (*)
BAKSO VIRAL. Striker Man City Erling Haaland dan 2 mangkok bakso yang membuat Kafe Jaerbuen viral. (kolase the sun)


-300x200.webp)



-300x169.webp)

