Sport

Belanda: Ronald Koeman Mengundurkan Diri, Rasisme Berkembang

Ronald Koeman MUNDUR - Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, mengundurkan diri. Foto: tangkapan layar FIFA

UNHAS.TV - Ronald Koeman menyatakan pengunduran dirinya sebagai pelatih utama tim nasional Belanda. Pengunduran diri dilakukan sehari setelah Belanda tersingkir dari putaran 32 besar final Piala Dunia 2026 melalui babak adu penalti melawan Marokko.

Koeman telah menyampaikan pernyataan resmi itu ke Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya dan memilih ingin lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga.

"Setelah sekian lama berada di tim dan bekerja sama dengan staf kepelatihan, pengunduran ini bukan keputusan yang mudah. Saya bersyukur dan mengungkakan penghargaan saya sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu tim Oranye selama saya menjadi pelatih," ujar Koeman.

"Tentu saja apa yang dicapai oleh Belanda di Piala Dunia ini sangat mengecewakan. Kami tersingkir lebih dini. Saya pikir inilah saatnya menghabiskan waktu lebih banyak bersama istri, anak-anak, dan cucu. Rasa-rasanya ini adalah keputusan paling tulus dan paling benar saat ini."

Direktur Top Footbaal, Nigel de Jong, memahami keputusan Koeman. "Ronald sudah banyak mencerahkan tenaga, waktu, dan pikirannya selama beberapa tahun untuk memberi sumbangsih yang besar ke tim nasional Belanda. Atas nama KNVB, saya secara tulus berterima kasih atas apa yang telah dia buat," ujar Nigel.

Ia melanjutkan, "Evaluasi mengenai pencapaian Belanda sedang berjalan. Sebagai bagian dari proses, kami juga sedang mempertimbangkan untuk segera mengisi pelatih yang sedang kosong. Pengunduran diri Ronald sebenarnya sudah lama kami antisipasi. Terlebih UEFA Nations League mulai bergulir pada September ini sehingga kami memandang sangat penting segera mencari penggant namun pada saat yang sama kami juga harus bertindak tidak gegabah."

Selain harus mengatasi kekosongan pelatih, Asosiasi Sepakbola Kerajaan Belanda juga sedang berusaha menenangkan hati para pemain. Menyusul kekalahan Belanda atas Marokko, ujaran kebencian dan diskriminasi banyak tertuju ke sejumlah pemain. "Kami sangat jelas menentang tindakan itu. Rasisme dan diskriinasi tidak punya tempat di sepakbola, online, dan di kehidupan kita."(*)