Sport

Belgia Lolos Dramatis, Penalti Kontroversi Youri Tielemans Hancurkan Harapan Senegal

GOL TIELEMANS - Kapten Belgia Youri Tielemans mencetak gol penyeimbang dan juga gol kemenangan pada menit terakhir tambahan waktu yang menghancurkan Senegal, Kamis (2/7/2026) pagi. (Screenshot The Sun)

SEATTLE, UNHAS.TV - Belgia lolos secara dramatis setelah menundukkan Senegal lewat adu mental panjang yang berakhir dengan penalti kontroversial Youri Tielemans pada menit terakhir babak tambahan.

The Red Devils bangkit dari ketertinggalan dua gol sebelum menang dalam laga Piala Dunia yang penuh kekacauan, kesalahan, dan drama VAR.

Senegal sempat berada di ambang kemenangan besar. Tim Afrika itu unggul 2-0 melalui gol Habib Diarra pada menit ke-25 dan Ismaila Sarr enam menit setelah babak kedua dimulai. Namun keunggulan yang sudah berada dalam genggaman itu runtuh pada menit-menit terakhir.

Romelu Lukaku, yang masuk dari bangku cadangan, memperkecil ketertinggalan Belgia empat menit sebelum waktu normal berakhir.

Satu menit menjelang peluit panjang, Belgia menyamakan kedudukan melalui Tielemans setelah kiper Senegal, Mory Diaw, gagal mengantisipasi umpan silang Leandro Trossard. Bola lewat begitu saja dan Tielemans, yang datang dari tiang jauh, menanduknya masuk.

Petaka Senegal belum berhenti. Ketika laga babak tambahan nyaris selesai, Lamine Camara dinilai melanggar Tielemans di kotak penalti. Keputusan itu memicu protes keras dari pemain Senegal.

Wasit tetap pada pendiriannya setelah pemeriksaan VAR. Tielemans maju sebagai algojo dan menuntaskan tugasnya. Gol itu mematahkan hati Senegal.

Kemenangan ini terasa melegakan bagi Belgia, tetapi juga memperlihatkan banyak kelemahan. Pasukan Rudi Garcia tampil tumpul hampir sepanjang pertandingan.



Penyerang Belgia, Romelu Lukaku, kembali unjuk gigi di pengujung laga kontra Senegal. (Screenshot The Sun)


Mereka kesulitan menciptakan peluang bersih dan baru mendapat sepak pojok pertama pada menit terakhir babak pertama. Dari situ, Maxim De Cuyper melepaskan tembakan melengkung yang masih bisa ditepis Diaw.

Senegal justru tampil lebih hidup sejak awal. Gol pertama lahir dari umpan silang indah Sadio Mané dari sisi kiri.

Sarr menyambutnya dengan sundulan tipis yang membentur tiang. Bola pantul jatuh ke kaki Diarra, yang langsung menyambar dari jarak dekat untuk membawa Senegal unggul.

Keunggulan itu bertambah pada menit ke-51. Moussa Niakhaté mengirim bola panjang ke arah Sarr. Pemain sayap Crystal Palace itu mengontrol bola dengan dada, lalu melepaskan tembakan keras melewati Thibaut Courtois. Gol tersebut membuat Senegal tampak kian dekat ke babak 16 besar.

Namun Senegal gagal membunuh pertandingan. Sarr sempat mendapat peluang emas untuk mengembalikan keunggulan timnya setelah bola silang Ismail Jakobs ditepis Courtois dan jatuh di hadapannya.

Tembakannya menghantam tiang. Pada babak tambahan, Ibrahim Mbaye juga membuang peluang besar ketika sundulannya melenceng meski berdiri tanpa kawalan.

Kesalahan-kesalahan itu dibayar mahal. Belgia, yang lama tampak tanpa gagasan, memanfaatkan setiap celah pada akhir laga. Lukaku memberi harapan, Tielemans menyamakan skor, lalu pemain Aston Villa itu pula yang menutup pertandingan dari titik penalti.

Senegal pulang dengan rasa getir. Belgia melaju, tetapi kemenangan ini lebih mirip pelarian daripada pernyataan kekuatan. Penampilan mereka masih naik turun tak konsisten. (*)