News

Bencana Erupsi Anak Krakatau Tidak Menghalangi Peserta Pameran Pendidikan dari Indonesia di Timor-Leste

DILI, UNHAS.TV - Bencana erupsi Anak Krakatau yang berdampak pada penerbangan tidak menyurutkan semangat perguruan tinggi Indonesia untuk hadir di Timor-Leste.

Sebanyak 42 perguruan tinggi Indonesia tetap mengikuti Pameran Pendidikan Tinggi Indonesia 2026 yang berlangsung pada 8–10 September 2026 di Pusat Budaya Indonesia (PBI), Dili.

Semula, lebih dari 50 perguruan tinggi dijadwalkan berpartisipasi. Namun, gangguan penerbangan akibat erupsi menyebabkan sejumlah delegasi tidak dapat mencapai Dili.

Kendati demikian, pameran yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan tersebut tetap berlangsung sesuai agenda. Seremoni pembukaan resmi dilaksanakan pada Rabu (9/9).

Kehadiran 42 perguruan tinggi di tengah kendala perjalanan tersebut memperlihatkan kuatnya komitmen untuk memperluas kerja sama pendidikan Indonesia dan Timor-Leste.

Selama tiga hari, pelajar dan calon mahasiswa Timor-Leste dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan perguruan tinggi Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai program studi, beasiswa, hingga peluang riset.

Angklung Warnai Pembukaan

Pembukaan pameran berlangsung semarak dengan penampilan anak-anak pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang memainkan angklung. Penampilan tersebut menjadi gambaran kedekatan masyarakat Indonesia dan Timor-Leste yang terus tumbuh melalui bahasa, budaya, dan pendidikan.

Sejumlah pejabat pemerintah Timor-Leste turut menghadiri pembukaan. Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Sosial, serta Menteri Pembangunan Perdesaan dan Perumahan Rakyat Timor-Leste, Mariano Assanami Sabino, menekankan bahwa pendidikan memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional.

“Pendidikan adalah fondasi paling krusial dalam membangun kemandirian bangsa, mengentaskan kemiskinan, dan mendorong pembangunan hingga ke pelosok pedesaan.

Kehadiran puluhan institusi pendidikan Indonesia di Dili hari ini memberikan peluang emas bagi generasi muda Timor-Leste untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan keterampilan mereka.

Kami sangat mengapresiasi komitmen dan solidaritas berkelanjutan dari Pemerintah Indonesia dalam mendukung visi pengembangan sumber daya manusia di Timor-Leste,” ujarnya.

Pendidikan sebagai Jembatan Persahabatan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto, mengapresiasi penyelenggaraan pameran sebagai sarana mendekatkan perguruan tinggi Indonesia kepada masyarakat Timor-Leste.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan salam hangat dari pemerintah dan masyarakat Indonesia sekaligus permohonan maaf karena belum dapat hadir secara langsung.

Brian menegaskan bahwa pendidikan telah menjadi salah satu pengikat penting persahabatan kedua negara. Saat ini, lebih dari 10.000 mahasiswa Timor-Leste menempuh pendidikan tinggi di Indonesia, yang mencerminkan kuatnya hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Kerja sama tersebut semakin diperkuat melalui nota kesepahaman (MoU) bidang pendidikan tinggi yang ditandatangani pada 2023. Ruang lingkupnya mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia, serta program beasiswa.

Brian berharap Pameran Pendidikan Tinggi Indonesia 2026 membuka semakin banyak kesempatan bagi generasi muda Timor-Leste untuk belajar di Indonesia, sekaligus memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi dalam bidang pendidikan, sains, teknologi, dan riset.

42 Perguruan Tinggi Tetap Hadir

Kuasa Usaha ad interim (KUAI) KBRI Dili, Mardiana Warnares, mengatakan keberlangsungan pameran di tengah kendala penerbangan memperlihatkan komitmen Indonesia untuk terus menjadi mitra strategis Timor-Leste, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Pameran Pendidikan Tinggi ini merupakan wujud komitmen teguh Indonesia untuk terus tumbuh dan maju bersama Timor-Leste. Kami berharap pameran ini tidak sekadar menjadi fasilitator informasi akademik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lintas institusi jangka panjang. Berinvestasi pada pendidikan generasi muda adalah cara terbaik kita merawat dan memperkuat jembatan persahabatan kedua negara untuk masa depan,” katanya.

2.168 Penerima Beasiswa Sejak 2016

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Dili, Tasrifin Tahara, menjelaskan bahwa KBRI Dili tidak hanya memperkenalkan perguruan tinggi Indonesia, tetapi juga terus mendampingi generasi muda Timor-Leste dalam mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia.



“Tingginya angka partisipasi mahasiswa Timor-Leste di Indonesia adalah hasil dari kolaborasi intensif kita semua. Sejak tahun 2016 hingga Oktober 2025, kami di KBRI Dili telah berhasil memfasilitasi 2.168 penerima beasiswa bagi generasi muda Timor-Leste. Melalui Pusat Budaya Indonesia, kami juga terus membekali mereka dengan kursus bahasa, seni, dan pengenalan budaya secara gratis agar mereka memiliki daya saing dan kesiapan mental yang matang sebelum menempuh pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Pameran ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang promosi perguruan tinggi, tetapi berkembang menjadi ruang pertemuan antara institusi pendidikan Indonesia dan generasi muda Timor-Leste, sekaligus membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas antara kedua negara.

Dukungan Dunia Usaha

Penyelenggaraan pameran turut mendapat dukungan dari Pertamina, Bank Mandiri, BRI, dan Pegadaian yang beroperasi di Timor-Leste. Dukungan juga datang dari pelaku usaha Indonesia dan Timor-Leste, termasuk Carya Timor Leste.

Keterlibatan dunia usaha memperlihatkan bahwa pengembangan sumber daya manusia Timor-Leste tidak hanya menjadi perhatian pemerintah dan perguruan tinggi, tetapi juga mendapatkan dukungan sektor bisnis.

Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem pendidikan serta hubungan Indonesia–Timor-Leste dalam jangka panjang.