MAKASSAR, UNHAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Makassar memperingatkan potensi gangguan pasokan listrik di Sulawesi Selatan akibat fenomena El Nino 2026.
Dampaknya diperkirakan tidak hanya menyentuh sektor pertanian dan air bersih, tetapi juga sektor energi. Yakni energi listrik.
Kepala Balai BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengatakan El Nino yang mulai menguat sejak April 2026 berpotensi memperpanjang musim kemarau di sejumlah wilayah.
Kondisi ini dapat menurunkan curah hujan dan mengurangi debit air pada sumber-sumber pembangkit listrik tenaga air.
“Sektor energi ini juga terdampak. Kita berkoordinasi dengan PLN terkait pembangkit listrik tenaga air seperti di Bakaru dan Danau Poso karena ketinggian airnya menurun. Ini akan berdampak kepada energi dan listrik kita,” kata Nasrol di Makassar.
Menurut BMKG, PLTA Bakaru di Kabupaten Pinrang dan pembangkit listrik yang bergantung pada Danau Poso menjadi perhatian utama.
Keduanya membutuhkan ketersediaan air yang stabil untuk menjaga produksi listrik. Bila volume air terus menyusut, pasokan energi berpotensi terganggu pada puncak kemarau.
BMKG memperkirakan tekanan terhadap sektor energi dapat meningkat pada Agustus hingga September 2026. Pada periode itu, curah hujan diprediksi makin rendah sehingga bendungan, danau, serta wilayah tangkapan air berisiko mengalami penurunan cadangan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BMKG telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk PLN, pemerintah daerah, BPBD, dan instansi teknis lainnya.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah operasi modifikasi cuaca. Upaya ini dilakukan untuk menambah cadangan air di bendungan dan kawasan tangkapan air sebelum atmosfer menjadi terlalu kering.
Nasrol menyebut El Nino tahun ini masih berada pada kategori lemah menuju moderat. Namun pemerintah daerah diminta tidak menunggu dampak membesar. Mitigasi perlu dilakukan lebih awal karena efek kekeringan dapat merembet ke banyak sektor.
Selain energi, BMKG juga mengingatkan ancaman terhadap ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih masyarakat. Daerah yang bergantung pada sumber air permukaan diminta mulai menyiapkan langkah pengamanan.
BMKG mengimbau masyarakat ikut berperan dengan menghemat penggunaan listrik dan air. Langkah sederhana itu dinilai penting untuk mengurangi tekanan selama musim kemarau dan menghadapi potensi kekeringan dalam beberapa bulan ke depan.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
Super El Nino akan memberi dampak di wilayah Sulawesi Selatan dengan minimnya pasokan air bersih dan ketersediaan energi listrik. (Dok The Sun)








