MAKASSAR, UNHAS.TV – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap dan penurunan kualitas udara yang dapat berdampak pada kesehatan.
Imbauan ini menyusul data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 sebesar 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dengan kategori tidak sehat di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros, (12/10/2026) pukul 10.45 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr HM Fadli Tahar SE MM CHt (IACT-USA) CI CNLP, MMMH, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko polusi udara dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Data tersebut merupakan hasil pengukuran di Maros dan tidak secara langsung mewakili seluruh wilayah Kota Makassar.
Meski demikian, masyarakat Makassar dan sekitarnya diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan paparan polusi udara serta memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG.
.webp)
KABUT ASAP - Kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Pantai Losari Makassar, Selasa (13/10/2026). BPBD Kota Makassar, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap dan penurunan kualitas udara yang dapat berdampak pada kesehatan. (Dok BPBD Makassar)
Penurunan kualitas udara dapat dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembakaran terbuka, serta pergerakan angin yang berpotensi membawa partikel asap dari wilayah lain.
Namun, sumber dan besarnya kontribusi asap terhadap kualitas udara di Makassar perlu dipastikan melalui pemantauan dan analisis instansi berwenang.
Untuk mengurangi risiko paparan polusi, BPBD mengimbau masyarakat membatasi aktivitas berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Warga yang harus beraktivitas di tengah kondisi berasap disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 yang terpasang dengan baik.
"Warga yang beraktivitas di luar ruangan kami imbau untuk mengenakan masker. Bisa menggunakan masker jenis N95 yang tidak tembus partikel ukuran mikron," ujar Fadli Tahar.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan riwayat asma, penyakit paru-paru, dan gangguan jantung.
Selain itu, warga disarankan menjaga kualitas udara di dalam rumah, menghindari pembakaran sampah, serta tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memperburuk polusi dan meningkatkan risiko kebakaran.
Masyarakat juga diminta memantau informasi terbaru dari BMKG dan pemerintah terkait kualitas udara serta kondisi cuaca.
.webp)
KABUT ASAP - Infografis kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Pantai Losari Makassar. BPBD Kota Makassar, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap dan penurunan kualitas udara yang dapat berdampak pada kesehatan. (Dok BPBD Makassar)
Apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau gejala kesehatan yang memburuk, warga diimbau segera mencari pertolongan medis.
Informasi yang diberitakan pada 10 Oktober 2026 menyebutkan kualitas udara di Makassar, Maros, Gowa, dan sekitarnya berpotensi berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Kondisi berlanjut hingga 13 Oktober 2026, terutama pada pagi hingga menjelang siang. Meski demikian, kondisi aktual dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, dan sumber emisi.
BPBD Kota Makassar mengajak masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Upaya melindungi kelompok rentan, mengurangi sumber polusi, dan mengikuti informasi resmi diharapkan dapat membantu meminimalkan risiko kesehatan akibat penurunan kualitas udara.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
KABUT ASAP - Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr HM Fadli Tahar SE MM mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap dan penurunan kualitas udara yang dapat berdampak pada kesehatan. (Dok BPBD Makassar)








