MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) mempercepat langkah menuju World Class University (WCU) dengan membentuk Lembaga Transformasi Digital dan Artificial Intelligence (AI) serta memperkuat International Research Institute.
Kebijakan itu diumumkan Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc saat upacara pelantikan jajaran pimpinan baru universitas di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (7/7/2026).
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengatakan target yang dihadapi kampus kini jauh lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
Karena itu, menurut dia, Unhas tidak cukup hanya mempertahankan pola kerja lama, tetapi harus melakukan transformasi kelembagaan agar mampu bersaing di tingkat global.
"Empat tahun terlalu singkat sehingga banyak mimpi kami yang masih dalam proses. Target kami sekarang jauh lebih tinggi dan semakin beragam. Ambisi itu tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus bisa diukur," kata Jamaluddin seusai pelantikan.
Menurut Jamaluddin, pembentukan Lembaga Transformasi Digital dan Artificial Intelligence merupakan bagian dari strategi besar Unhas menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Lembaga tersebut akan berada langsung di bawah koordinasi rektor agar memiliki kewenangan yang lebih luas dalam mendorong transformasi digital di seluruh lingkungan kampus.
Ia menegaskan, Unhas menargetkan diri menjadi salah satu pusat data (*data center*) utama di Indonesia Timur. Selain itu, teknologi kecerdasan buatan akan diterapkan pada berbagai layanan administrasi maupun pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
"Kami akan menerapkan sistem AI di seluruh lini administrasi dan program-program tridarma. Semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus memperkuat literasi artificial intelligence," ujarnya.
"Ini bukan sesuatu yang bisa kita hindari, tetapi peluang agar universitas menjadi yang terdepan dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi," jelas Guru Besar Ekologi Kelautan ini.
Menurut dia, perguruan tinggi yang tidak segera beradaptasi dengan perkembangan AI berisiko tertinggal dalam persaingan global.
Selain transformasi digital, Unhas juga menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan posisi dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia.
Prof JJ --sapaan Jamaluddin menjelaskan, sejak mulai masuk kelompok World Class University pada 2022, tantangan yang dihadapi semakin berat karena persaingan berada pada level yang lebih tinggi.
Ia menggambarkan perkembangan tersebut sebagai kurva sigmoid, yaitu pertumbuhan yang cepat pada fase awal, namun semakin melambat ketika memasuki tingkatan atas.
"Kalau menggunakan jurus yang sama, kita akan stagnan. Karena itu Unhas harus memakai strategi baru agar bisa terus naik," katanya.
Salah satu strategi tersebut ialah memperkuat International Research Institute sebagai pusat riset bertaraf internasional. Menurut Jamaluddin, lembaga riset semacam itu telah menjadi ciri universitas-universitas terbaik dunia.
Ia mencontohkan sejumlah perguruan tinggi internasional memiliki puluhan lembaga riset yang fokus pada bidang-bidang strategis.
Bentuk 10 Riset Global Internasional
>> Baca Selanjutnya
PELANTIKAN - Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa memberikan keterangan usai melantik jajaran pimpinan wakil rektor, sekun, dekan, dan direktur di Baruga AP Pettarani, Makassar, Selasa (7/7/2026). (Dok Unhas TV)






-300x152.webp)

