
Penyelamatan penalti David Raya sangat krusial sebelum terjadinya pembalikan keadaan. (Screenshot The Sun)
Sunderland sebenarnya mampu merepotkan Arsenal sejak babak pertama. Tim asuhan Regis Le Bris tampil agresif dan membatasi ruang gerak kapten Arsenal Martin Odegaard.
Granit Xhaka menjadi salah satu pemain yang terus menekan Odegaard. Mantan kapten Arsenal itu sempat menjatuhkan gelandang Norwegia tersebut hingga membuat manajer Mikel Arteta bereaksi keras di pinggir lapangan.
Arteta kembali menunjukkan kekesalannya ketika Odegaard terjatuh sambil memegangi kaki setelah mendapat tekanan dari Nilson Angulo. Wasit John Brooks kemudian memberi kartu kuning kepada Arteta karena berulang kali meninggalkan area teknis.
Sunderland mempunyai alasan untuk percaya diri. Musim lalu mereka termasuk dalam kelompok kecil tim yang mampu menggagalkan kemenangan Arsenal di laga tandang. Ketika itu Brian Brobbey mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-94.
Brobbey kembali merepotkan pertahanan Arsenal dalam pertemuan kali ini. Ia beberapa kali memenangi duel fisik dan memberi tekanan terus-menerus kepada lini belakang The Gunners.
Sunderland memperoleh peluang besar setelah rangkaian serangan cepat berujung pelanggaran di kotak penalti. Le Fee maju sebagai eksekutor.
Para pemain Arsenal sempat berusaha memperlambat pelaksanaan penalti. Raya kemudian membaca arah tendangan dengan tepat. Ia bergerak ke kiri dan menepis bola hingga membentur tiang.
Tak sampai tiga menit kemudian, Guimaraes membawa Arsenal unggul melalui tendangan jarak jauh yang tak mampu dijangkau kiper Robin Roefs.
Sebelumnya, Arsenal kesulitan menciptakan peluang bersih. Saka gagal menyambut umpan Rice secara sempurna setelah lolos di belakang pertahanan Sunderland. Gabriel juga mencoba peruntungan dari jarak jauh.
Kai Havertz kemudian mendapat peluang setelah menahan Kevin Danso, mengontrol bola dengan dada, berputar, lalu melepaskan tendangan voli. Roefs masih mampu menepis bola ke atas gawang.
Sunderland juga berulang kali mengancam. Tendangan bebas Xhaka melintas di depan gawang menuju Dan Ballard di tiang jauh, tetapi mantan pemain akademi Arsenal itu gagal mengarahkan bola ke sasaran.
Selepas turun minum, Sunderland langsung meningkatkan tekanan. Thomas Meunier dan Le Fee memperoleh kesempatan, sementara pertahanan Arsenal dipaksa bertahan lebih dalam.
Raya kembali menjadi penyelamat. Ia melakukan penyelamatan satu tangan untuk menggagalkan peluang Nordi Mukiele setelah bola kiriman Xhaka mengancam gawang Arsenal.
Jurrien Timber, yang masuk menggantikan Ben White saat jeda, sempat mengira dirinya mencetak gol. Ia menyundul umpan Odegaard ke dalam gawang, tetapi hakim garis mengangkat bendera offside.
Arsenal akhirnya mampu keluar dari tekanan melalui kualitas individual Guimaraes. Saka lalu menutup pertandingan dari titik penalti ketika Sunderland sudah kehilangan Reinildo.
Bagi Arsenal, kemenangan ini memperpanjang awal sempurna mereka. Bagi Guimaraes, laga tersebut menjadi malam pembuktian. Ia datang sebagai sasaran cemoohan pendukung Sunderland, lalu pulang sebagai penentu kemenangan Arsenal. (*)







-300x169.webp)
