MAKASSAR, UNHAS.TV - Sejumlah anggota parlemen Inggris menyerukan agar Keir Starmer mundur sebagai Perdana Menteri Inggris menyusul sejumlah masalah dalam kabinet pemerintahan yang belum beres.
"Publik sudah tidak percaya, begitu pula saya, bahwa Anda bisa memandu perubahan," tulis Miatta Fahnbulleh melalui suratnya ke Keir Starmer, seusai perempuan dari Partai Buruh, itu mundur dari Kementrian Dalam Negeri Inggris.
Sebelumnya, Peter Mandelson mundur sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat setelah namanya tersebut terlibat dalam dugaan tindakan seksual yang terkait dengan Jeffrey Epstein.
Biasanya, Perdana Menteri Inggris dapat meredam keriuhan di parlemen. Namun, kali ini sangat berbeda karena penolakan justru datang dari partai penguasa, Partai Buruh, yang berhasil membawa Keir Startmer duduk sebagai Perdana Menteri Inggris.
Desakan itu makin deras karena kelompok kiri menilai kebijakan ekonomi Starmer justru banyak dikeluhkan warga. Adapun kelompok kanan menilai Starmer gagal membendung imigran ilegal.
Ini yang menyebabkan posisi Starmer memburuk selama berbulan-bulan. Hasil pemilihan lokal pekan lalu, menyebabkan Partai Buruh kehilangan lebih dari 1.400 kursi di dewan-dewan Inggris dan kendali atas parlemen Wales. Padahal Partai Buruh telah menjadi partai terbesar selama beberapa dekade.
Kini, sudah 78 anggota parlemen dari Partai Buruh, termasuk satu menteri yang mundur dari kabinet, mendesak Steir Karmer agar mundur dari jabatannya.
Keir Starmer sudah berusaha menanggapi guncangan itu dengan memanggil seluruh anggota kabinet pemerintahan untuk rapat di Downing Street pagi tadi. Belum ada pengumuman resmi mengenai apa yang dibahas.
Jika guncangan ini belum teratasi, maka dalam waktu dekat Inggris kembali akan memiliki perdana menteri baru.(*)
MUNDUR - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Starmer didesak mundur oleh anggota Parlemen dari Partai Buruh.








