Mahasiswa
Pendidikan

Buka Perkuliahan, FKEP Unhas Tekankan Caring Dimulai dari Diri Sebelum Merawat Pasien

KULIAH UMUM - Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin menggelar kuliah umum Caring Begins With Me sebagai pembuka perkuliahan di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini menanamkan nilai empati dan kepedulian sebelum melayani pasien. (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (FKEP Unhas) membuka tahun ajaran 2026–2027 dengan Kuliah Umum yang memberikan pesan tentang kepedulian, Selasa (18/8/2026).

Melalui kuliah umum bertajuk Caring Begins With Me, ratusan mahasiswa diajak memahami bahwa nilai caring tidak hanya ditujukan kepada pasien, tetapi harus dimulai dari kemampuan seseorang merawat dan menghargai dirinya sendiri.

Kegiatan yang berlangsung di Baruga Andi Pangeran Pettarani, menjadi bagian dari rangkaian awal perkuliahan bagi mahasiswa FKEP Unhas.

Kuliah umum tersebut menghadirkan perspektif tentang pentingnya empati, kepedulian, dan penghargaan terhadap manusia sebagai fondasi utama dalam profesi keperawatan.

Suasana Baruga AP Pettarani tampak dipenuhi mahasiswa dari berbagai angkatan. Bagi mahasiswa baru, kegiatan ini menjadi pintu awal untuk mengenal nilai-nilai dasar dalam dunia keperawatan yang tidak hanya berbicara mengenai ilmu klinis, tetapi juga tentang hubungan antara manusia dengan manusia lainnya.

Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc hadir membuka kegiatan tersebut. Ia menilai tema Caring Begins With Me memiliki relevansi yang kuat dengan karakter generasi muda saat ini, terutama di tengah perubahan sosial yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan media digital.

Dekan Fakultas Keperawatan Unhas, Prof Dr Elly Lilianty Sjattar SKp MKes mengatakan penanaman nilai caring perlu dilakukan sejak mahasiswa memasuki dunia pendidikan keperawatan.

Menurut dia, kemampuan memberikan perhatian kepada pasien harus diawali dengan kesadaran untuk peduli terhadap diri sendiri.

“Karena kuliah umum ini banyak diikuti mahasiswa baru, terutama program S1. Walaupun nilai caring diberikan dalam berbagai mata kuliah, rasa empati terhadap diri sendiri harus ditumbuhkan sejak awal,” ujar Elly.

Ia menjelaskan, mahasiswa saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan media sosial.

Kondisi tersebut membuat mereka perlu memahami batasan dalam berinteraksi, membangun kepedulian terhadap orang lain, serta menjaga kesehatan dirinya sebelum nantinya memberikan pelayanan kepada pasien.

Kebutuhan Psikologis Mahasiswa

FKEP Unhas, kata Elly, juga menemukan adanya kebutuhan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis sebagian mahasiswa.

Berdasarkan survei yang dilakukan dalam dua tahun terakhir, terdapat sejumlah mahasiswa yang menunjukkan indikasi kurang memperhatikan kondisi dirinya sehingga membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Prof Dr Ah Yusuf SKp MKes, dosen Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, sebagai narasumber. Ia membawa pandangan bahwa inti dari caring dalam pelayanan kesehatan adalah kemampuan memperlakukan manusia secara manusiawi.

Menurut Yusuf, pasien bukan sekadar objek tindakan medis, melainkan individu yang memiliki kebutuhan, perasaan, pengalaman, dan kondisi berbeda.

Karena itu, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan kemampuan membangun hubungan interpersonal.

Ia menyebut tenaga kesehatan memiliki dua tugas utama, yakni memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas.

Untuk menjalankan peran tersebut, tenaga kesehatan harus memiliki tiga kemampuan utama, yaitu keterampilan intelektual, teknikal, dan interpersonal.

“Karena kita tenaga kesehatan, semua pasien kita adalah manusia. Ketika kita menghadapi mereka, sikap caring itu penting supaya kita dapat memperlakukan manusia dengan manusiawi,” kata Yusuf.

Melalui kegiatan tersebut, FKEP Unhas berharap mahasiswa tidak hanya tumbuh sebagai tenaga kesehatan yang kompeten secara akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki karakter yang mampu memahami, menghargai, dan mendampingi manusia dalam setiap proses pelayanan kesehatan.

Bagi mahasiswa keperawatan, caring bukan sekadar konsep pembelajaran. Ia menjadi nilai yang akan menentukan cara mereka hadir di tengah pasien dan masyarakat pada masa mendatang.

(Zulkarnaen Jumar Taufik / Novianti Utami Putri / Unhas TV)